You’re My Endless Love Season 2 Eps 13

“Kau benar-benar mau pergi?” tanya Ji Eun kepada Eunhyuk. Saat ini Donghae, Eunhyuk dan Ji Eun sedang dibandara, mengantar Eunhyuk ke Korea. “Tentu saja. Jadwalku hanya 4 hari. Bahkan ini sudah 6 hari. Besok aku harus ke kantor.” sahut Eunhyuk. “Benar kata Ji Eun, apalagi malam ini pesta karena penggarapan proyek telah usai. Besok kau pulang bersamaku.” tambah Donghae mengiyakan. “Kau khawatir akan merindukkanku?” tanya Eunhyuk dengan percaya dirinya. “Eh, tentu saja tidak!” bantah Ji Eun. “Yasudah, cepat. Pesawatmu tinggal satu menit lagi lepas landas.” kata Donghae mengingatkan. “Ah, kalau begitu aku pergi dahulu.” pamit Eunhyuk. Dengan jahilnya, Eunhyuk mengecup bibir Ji Eun. Membuat Ji Eun marah. “Ya! Lee Hyuk Jae!” pekik Ji Eun. Namun Eunhyuk sudah lari terlebih dahulu. “Aish! Bagaimana kalau terlihat oleh paparazzi? Apa kataku pada manager! Ah, Lee Hyuk Jae oppa!!” ujar Ji Eun khawatir. Donghae hanya tertawa melihat kejadian tadi. “Mungkin Eunhyuk seorang sesaeng fan.” gumamnya. Tanpa disadari ternyata ada kamera yang merekam adegan tadi.

Akhirnya syuting proyek iklan perusahaan milik Krystal pun selesai. Semua orang merayakannya dengan suka cita, termasuk Donghae. Kemudian Krystal datang membawa Minho ke atas panggung. “Selamat malam semua! Hari ini aku mengumumkan bahwa saya dan Minho oppa akan mengadakan pertunangan minggu depan dan pernikahan pada bulan depan. Kepada semuanya yang saya undang akan mendapat undangan setelah pesta ini selesai.” kata Krystal. Minho hanya tersenyum. Semuanya bertepuk tangan bahagia. Donghae bingung sendiri. “Terlalu muda untuk menikah pada umur 19 tahun.” batin Donghae. Lalu Ji Eun datang meminta Donghae untuk menemaninya ketika menjadi tamu undangan pernikahan Krystal. Donghae hanya mengiyakan.

Tiba-tiba Krystal datang kepada Donghae setelah Ji Eun meninggalkannya. Wajahnya agak sedikit muram dan tersirat rasa bersalah disana. “Undangan pertama untuk sahabatmu. Dengan surat.” ujar Krystal singkat sambil memberikan undangan pernikahannya dan sebuah surat. “Eunhyuk?” gumam Donghae. Krystal mengangguk. “Oh, ya. Ini untukmu.” tambahnya. “Gamsahamnida.” ucap Donghae sambil tersenyum.

“Oppa akhirnya pulang!” seru Yoona riang. “Memangnya kenapa? Kau tampak gembira sekali.” sahut Yesung heran. “Tentu saja! Sangat kesepian disini sendirian. Oppa sebenarnya ada perlu apa ke rumah Ryeowook? Padahal Busan-Seoul tidak cukup jauh dengan mobil. Tapi oppa malah memilih menginap dan meninggalkanku sendirian. Itu menyebalkan.” omel Yoona membuat Yesung tertawa kecil. “Kau kan bisa menginap di rumah Victoria kakakmu.” balas Yesung. “Eonnie ke Beijing 2 hari yang lalu dan menginap bersama suaminya.” jawab Yoona. “Baiklah maafkan oppa. Oppa disana mengurus pekerjaan.” pinta Yesung sambil mengacak-acak rambut Yoona pelan. Yoona mengangguk puas.

Yesung kemudian menerima telepon dari seseorang. “Yeobseyo?” sapa Yesung ditelepon. “Ah,ne. Jong Woon hyung!” jawab seseorang tersebut. “Oh. Minho-ya! Ada apa menelpon? Tumben saja.” tanya Yesung basa-basi. “Ah, aku hanya memberitahukan. Bulan depan aku akan menikah hyung, dengan Krystal. Undangan menyusul tidak apa kan?” jelas Minho ditelepon. “Ah ne. Tak apa. Aku hanya bisa mengucapkan selamat atas pernikahan kalian.” jawab yesung. “Yasudah, annyeong.” sapa Minho kemudian dia menutup telepon setelah Yesung membalasnya.

“Siapa yang menikah?” tanya Yoona yang tadi masih menyiapkan makanan untuk Yesung. “Minho dan Krystal. Lalu bagaimana dengan Eunhyuk?” jawab Yesung. “Tapi tadi pagi aku lihat di televisi. Hyuk Jae oppa terlihat bersama gadis bersama Donghae oppa. Disana Hyuk Jae oppa mencium bibir gadis itu. Kalau tidak salah gadis itu adalah IU.” balas Yoona. “Mwo? IU? Wah dia bisa mendadak terkenal!” kata Yesung kagum. “Menurutku Krystal menikah terlalu muda. Usianya saja masih 19 tahun.” komentar Yoona. “Benar juga kau.” pikir Yesung.

“Bilang saja itu fanservice! Hyuk Jae oppa kan salah satu fan ku. Bilang saja dia sesaeng fan.” balas Ji Eun kepada managerya yang daritadi mengomelinya gara-gara perlakuan Eunhyuk padanya yang sudah tersiar di televisi Korea. Donghae juga ada disana. “Benarkah sahabat anda itu seorang fans Ji Eun tuan Lee?” tanya manager pada Donghae. Donghae hanya mengangguk. “Ah ya sudah. Kita bicara saja seperti itu.” putus sang menager. Keputusan yang tepat sekaligus untuk menuduh Eunhyuk sebagai sesaeng fan.

Berhubung Krystal akan menetap di Amerika selama beberapa minggu sebelum pernikahannya dan pesawatnya terpisah dengan Ji Eun, Donghae tiba di Incheon Airport sendirian dengan Leeteuk dan Eunhyuk yang menjemputnya. “Kau tidak bersama Krystal atau Ji Eun?” tanya Eunhyuk. “Kau masih mengharapkan Ji Eun setelah apa yag kau perbuat?” tanya Donghae balik. Leeteuk yang juga sudah tahu kabar itu hanya tertawa. “Dan Krsytal, hanya ini yang sampai.” tambah Donghae sambil memberikan udangan dan suratnya, Suasana yang riang menjadi berubah. “Gomawo.” ucap Eunhyuk singkat. Donghae”Donghae-ya, kau ingin menginap di apartemenku, apartemen Eunhyuk atau apartemenmu sendiri?” tanya Leeteuk berusaha benetralkan suasana. “Bagaimana pendapatmu Hyuk?” tanya Donghae meminta pertimbangan kepada Eunhyuk. “Kalau begitu, kau ikut denganku saja.” Ujar Eunhyuk memutuskan.

“Ternyata nasibku sama denganmu Hae.” kata Eunhyuk setelah membaca surat dari Krystal. “Apa makusudmu?” Tanya Donghae tak mengerti. “Krystal dijodohkan dengan Minho 8 bulan lalu.” “Mwo?” Ucap Donghae tak percaya. “Padahal dia tak pernah sekalipun membahas tentang itu.” Keluh Eunhyuk. Pernyataan Eunhyuk membuat Donghae menjadi teringat Yoona. Jika dia tak dijodohkan, pasti kejadiannya tak seprti ini. Apa jangan-jangan Eunhyuk dan Donghae terkena kutukan? Tapi Dongae lebih sedikit beruntung. Yoona tak menyembunyikan perihal perjodohannya dan langsung berkata jujur dan blak-blakan pada Donghae. Jadi paling tidak ia hanya merasakan satu kali perih dihati. Sedangkan Eunhyuk, dia harus merasakan pengkhianatan terlebih dahulu. Lalu perpisahan dan akhirnya kabar perjodohan ini. Sebagai sahabat, Donghae harus menghibur sahabatnya ini.

“Hyuk, kau tahu tidak. Jika Ji Eun memintaku untuk pergi bersamanya pada pesta pernikahan Krystal?” Ujar Donghae mencoba mengalihkan perhatian. “Mwo? Lalu apakah kau menerima ajakannya?” Tanya Eunhyuk terkejut. Donghae berhasil membuat perhatian Eunhyuk teralih. Donghae menjawab pertanyaan Eunhyuk dengan sebuah anggukan yang membuat Eunhyuk tambah syok. “Aish! Jinja, kau benar-benar tidak setia kawan ya? Kau itu sahabatku atau bukan?” Rutuk Eunhyuk. “Kau tahu aku masih sendiri dan dia sebagai seorang selebriti mengajakku pergi bersamanya. Aku yakin semua pria tak akan menolak ajakan seperti ini.” Sahut Donghae membela diri, “Tapi kan kau…..” balas Eunhyuk namun perkataannya dipotong oleh Donghae. “Ini kan juga demi kebaikanmu. Sejak kelakuan nakalmu padanya diketahui oleh publik, kau sudah tak aman jika pergi bersama dia lagi. Dan dengan aku menerimanya, itu akan memperkecil kemungkinan kau akan diisukan dengan dia. Maka selamat lah kau dari paparazzi.” Jelas Donghae.

“Tapi jika kau dengan dia. Aku dengan siapa?” Tanya Eunhyuk lagi. “Hehe, itu derita anda.” Jawab Donghae meringis. “Ayolah, please. Kumohon jebal….. kan masih banyak yang menyukaimu selain dia. Lagipula bukankah kau tidak mau mengencani gadis yang usianya 5 yahun lebih muda daripada kau. Bukankah Ji Eun berusia 6 tahun lebih muda daripada kau?” Mohon Eunhyuk dengan wajah memelas dan puppy eyesnya. Membuat sulit Donghae untuk menolaknya, apalagi Donghae agak risih denhan puppy eyes milik Eunhyuk. Akhirnya Donghae menerima permohonan sahabatnya ini. Dengan syarat harus Eunhyuk sendiri yang berbicara pada Ji Eun. Eunhyuk setuju.

“Shireo! Apa kau ingin membuatku mati huh? Lalu bagaimana dengan Donghae oppa?” Tolak Ji Eun mentah-mentah ketika Eunhyuk memintanya untuk bersamanya di acara pernikahan Krystal dan Minho nanti. “Jebal, apa kau tidak mengerti perasaan orang yang tersakiti? Lagipula Donghae sudah menyetujuinya kok. Aku janji akan melakukan apapun yang kau mau asalkan kau mau pergi ke pesta pernikahan itu bersamaku.” Ujar Eunhyuk denhan penuh permohonan. “Jinja? Apapun?” Tanya Ji Eun menyakinkan. Eunhyuk mengangguk mantap. “Geure. Kau boleh pergi bersamaku asalkan kau tidak berbuat macam-macam yang memicu skandal.” Pesan Ji Eun.”Jongmal gomawoyo Ji Eun-ssi! Ah aku benar-benar tidak salah menjadi fanboy mu. Kau sangat baik!” Puji Eunhyuk.

“Oppa. Sebaiknya kau tidak usah berangkat saja. Aku takut terjadi apa-apa denganmu.” Pesan Yoona khawatir. Bagaimana tidak? Hari ini wajah Yesung pucat dan Yesung bersikeras untuk menghadiri pesta pernikahan Minho. “Sudahlah tak apa. Aku yakin 3 jam lagi aku sudah baik-baik saja.” Sahut Yesung menyakinkan. Akhirnya Yoona pun menurut walau sebenarnya.

Pesta pernikahan itu pun dimulai. Setelah pemberkatan selesai, semua hadirin menyalami Krystal dan Minho. Tak terkecuali Eunhyuk dan Donghae. Namun bedanya, Donghae tak usah berdandan seperti wanita lagi karena Eunhyuk sudah bersama Ji Eun. Tak ketinggalan disana juga ada Yoona dan Yesung. Dan secara kebetulan mereka bertemu.

“Apa kabarmu hyung? Lama kita tak bertemu.” Tanya Donghae basa-basi. “Yah, sedikit tidak enak badan. Tapi tak apa.” Jawab Yesung. “Bagaimana denganmu?” Tanya Yesung balik. “Seperti yang kau lihat. Aku baik-baik saja.” Jawab Donghae. Sedangkan Yoona hanya terdiam dan merasa canggung. Diantara mereka berdua tidak ada yang mrmulai percakapan, sampai akhirnya Yesung meninggalkan mereka berdua untuk petgi ke kamar mandi.

“Ah, ya. Aku lupa menanyai kabarmu. Bagaimana kabarmu nyonya Kim?” Tanya Donghae akhirnya memulai dengan menekankan perkataan terakhirnya. “Seperti dirimu, aku juga baik-baik saja.” Jawab Yoona dingin. Entah kenapa Donghae melihat ada banyak yang berubah dari Yoona. Dari senyum palsunya, tatapan dinginya dan lain-lain. Donghae hanya tersenyum miris, ia benar-benar sudah kehilangan Yoona.

“Satu jam lagi. Semoga saja aku masih dapat berdiri tanpa ada yang curiga denganku.” Ujar Yesung setelah tadi dia terbatuk-batuk di kamar mandi. Mukanya semakin pucat. Ia juga terus melihat jam tangannya. “Terima kasih Tuhan atas semua yang Kau berikan kepadaku.” Tambahnya. Ia tersenyum pahit. Sebentar lagi rasa bersalahnya akan lenyap. Kemudian dia keluar dari kamar mandi menemui Donghae dan Yoona.

“Kalian tadi bicara apa saja?” Tanya Yesung kepada Donghae dan Yoona. “Hanya menanyakan kabar.” Jawab Donghae dengan senyuman mirisnya. “Oh, iya. Kami tadi tidak membawa mobil. Bisakah kau antarkan Yoona ke apartemenku lalu kau mengantarkanku kerumah Ryeowook?” Pinta Yesung. Donghae mengangguk. Sebenarnya Yoona tidak setuju. Tapi ia tak berani mengatakannya pada Yesung. Namun dari wajahnya sudah terlihat tidak suka. Untungnya hanya Donghae yang melihatnya. Sekali lagi Donghae hanya tersenyum miris.

Setelah acara pernikahan selesai Yesung dan Yoona menumpang mobil Donghae. Tentunya tidak dengan Eunhyuk karena Eunhyuk sudah dengan Ji Eun. Diperjalanan Yedung tertidur. Setelah sampai dirumahnya Donghae dan Yoona membangunkan Yesung. Donghae akan bertanya apakah Yesung jadi ke rumah Ryeowook atau tidak. Tapi ketika dibangunkan, Yesung tak juga bangun. Donghae dan Yoona memeriksa detak jantung dan nafad0s Yesung. Ternyata hasilnya nihil. Mereka pun panik. “Kita bawa ke rumah sakit secepatnya.” Usul Donghae. Yoona setuju. Diperjalanan -mungkin karenaDonghae sedang kalut-, Dongjae tak terlalu menghiraukan lampu lalu lintas. Alhasil, mobilnya menerobos lampu merah. Tiba-tiba ia melihat sinar putih yang menyilaukan dan suara klakson yang memekakan telinga. Dan…..

Categories: By: Evil | Tinggalkan komentar

You’re My Endless Love Season 2 Eps 12

Kemudian dia berbicara kepada Eunhyuk. “Sebentar, ada pemandangan menarik!” ujar Donghae. Eunhyuk pun bingung.”Apa maksud Donghae?” batin Eunhyuk. Apalagi saat Donghae menutup telepon mereka secara tiba-tiba tanpa salam. Benar-benar menyebalkan. Tapi Donghae malah cuek. Ia tertarik pada pertengkaran Krystal dan Minho. Apa sebenarnya yang di pertengkarkan?

“Ya! Kenapa kau selingkuh dengan Donghae?” ujar Minho marah. Seketika Donghae terkejut. Bagaimana bisa Minho menuduhnya sebagai trouble maker? Padahal sedikitpun ia tak mempunyai perasaan dengan Krystal. Meskipun wajah Krystal mirip dengan wajah Yoona. “Apa kau bilang? Kami hanya teman kerja!” sahut Krystal. “Kau juga selingkuh bukan? Aku tahu ada wanita lain disisimu selama aku di Thaland dan Amerika.” tambah Krystal yang membuat Minho terkejut. Darimana Krystal tahu? “Dan kau menuduhku seperti itu karena kau ingin memutuskan hubungan denganku bukan? Baiklah kalau begitu, kita putus!” kata Krystal lalu meninggalkan Minho yang hanya mendengus kesal. Lucu sekali mereka itu. Minho jauh-jauh pergi ke Amerika hanya untuk bertengkar dan memutuskan hubungan? Tapi ini kesempatan bagus bagi Donghae untuk membuka hati Krystal kembali Eunhyuk. Berbuat baik kepada sahabat tak masalah bukan?

Huft, hari ini benar-benar menyebalkan. Bisa-bisanya ia dituduh sebagai trouble maker? Seperti biasa ia kemudian mendengarkan lagu-lagu di MP3 lewat headphone sambil berkutat dengan laptopnya. Tapi tunggu! Bukankah itu suara orang menangis? Suara itu mirip Krystal. Iya, memang ternyata benar Krystal sedang menangis. Apa jangan-jangan hubungan Krystal dan Minho benar-benar berakhir? Ah, kenapa ia menjadi merasa bersalah? Karena meskipun begitu ia juga ikut andil atas berakhirnya hubungan mereka. Mungkin jika Minho benar-benar hanya membuat alasan palsu untuk mengakhiri hubungannya dengan Krystal, Minho pasti sulit membuat alasan ngasal seperti itu bila Donghae tdak sedang dekat dengan Krystal. Namun sayangnya, Donghae kebetulan sedang dekat dengan Krystal karena urusan pekerjaan. Memang sebenarnya Donghae bukan kali ini saja dituduh menjadi trouble maker. Tapi tetap saja siapa yang mau dituduh melakukan hal negatif padahal ia tak melakukannya?

Akhirnya ia memilih untuk mematikan laptopnya dan pergi ke kolam renang. Krystal masih menangis, namun ia tak peduli. Sesampainya ia di kolam renang, ia duduk di pinggirnya. Ia tak berniat untuk berenang. Ada telepon dari Eunhyuk. Ah, Eunhyuk lagi. Pasti tentang Krystal. Ia mencoba mengangkat teleponnya, dan berniat akan memberitahukan apa yang dilihatnya tadi. “Annyeong?” sapa Donghae di telepon . “Annyeonghaseo, ya! kenapa kau tadi menutup teleponnya secara tiba-tiba?” tanya Eunhyuk tanpa basa-basi. “Hehehe, mianhe. Aku menutup teleponmu tiba-tiba karena aku melihat pemandangan menarik.” jawab Donghae. “Pemandangan menarik?” tanya Eunhyuk tak mengerti. “Minho dan Krystal bertengkar lalu Krystal memutuskan hubungan mereka.” sahut Donghae. “Jinja?” tanya Eunhyuk senang. “Ne, dan yang menjadi permasalahan adalah aku. Katanya aku adalah trouble maker mereka berdua. Benar-benar tak dapat dimengerti.” jawab Donghae sambil mencurahkan isi hatinya. “Mwo? Hahahahaha. Kau terlalu dekat dengan Krystal. Aku saja yang bukan pacarnya cemburu, apalagi Minho?” ucap Eunhyuk sambil tertawa. “Ternyata kau sadar kalau kau bukan pacarnya Krystal.” sahut Donghae, tampak sangat menyindir. “Ya! Kau ini menyebalkan.” kata Eunhyuk sebal. “Hehehe. Ah, ngomong-ngomong, kau meneleponku ada apa? Apa hanya ingin mendengar kabar Krystal?” tanya Donghae. “Aniyo, aku ingin mengabarkan kepadamu kalau aku besok ingin mengunjungimu di Amerika.” jelas Eunhyuk yang membuat Donghae terkejut.

“Mwo? Memangnya kau tidak sibuk?” tanya Donghae lagi. “Perusahaan kita menang tender. Jadi, aku diberi libur seminggu.” jawab Eunhyuk. “Oh, begitu. Tapi sebenarnya kau ke Amerika ingin mengunjungiku atau Krystal?” tanya Donghae, yang sebenarnya menyindir. “Tentu saja kau! Tapi, sekalian Krystal.” jawab Eunhyuk agak grogi. “Hahahahahaha, dasar kau ini. Oh ya, kau mau menginap? Berapa hari?” tanya Donghae. “Tentu saja menginap, mungkin sekitar 4 hari.” jawab Eunhyuk. “Mmm, yasudah kalau begitu. Aku hanya ingin memberi nasihat. Kamar Krystal ada di sebelah kamarku. Krystal juga sering ke kamarku untuk menyerah beberapa proposal dari perusahaannya dan info-info perkembangan proses berjalannya proyek. Jadi, kau jangan terlalu kaku dengannya. Anggaplah kalian itu teman. Meskipun aku tahu kau masih mempunyai perasaan dengannya. Kau tak boleh menampakkannya. Selalu tersenyum. Yang penting spontanitas.” nasehat Donghae panjang lebar. “Spontanitas? Apa maksudmu?” tanya Eunhyuk tak mengerti. “Karena dia sedang patah hati. Pasti setiap malam dia akan menangis. Kau pasti tahu kan apa yang harus kau lakukan. Tapi harus dengan spontanitas.” jelas Donghae. Setelah berpikir beberapa saat. Eunhyuk mengerti kemudian menutup teleponnya.

Saat ini Eunhyuk sedang ada di bandara Gimpo Airport. Tiba-tiba seseorang menabraknya. “Mianheyo.” ujar orang itu. “Ne, nan gwechana.” jawab Eunhyuk ramah. Kemudian orang itu langsung lari. Eunhyuk yang agak heran lalu memandangi sekitar. Banyak kamera yang memotret orang tadi. Perhatiannya beralih ke orang tadi. Ternyata juga ada banyak orang yang mengawalinya. Apa orang tadi adalah orang penting? Apa orang tadi adalah orang terkenal? Jika iya, seharusnya ia tadi minta berfoto dengannya. “Dasar Eunhyuk pabo!” batinnya menyesal. Ia terus melihat orang yang menabraknya tadi. Ternyata orang tadi terbang ke tujuan yg sama dengannya. “Mungkin aku akan bertemu dengannya di pesawat.” ujarnya. Yah, meskipun ia tak terlalu memperhatikan musik K-Pop, tapi ia mempunyai beberapa idola. Semoga saja yang menabraknya tadi itu benar-benar orang yang terkenal, dan idolanya. Yang pasti ia tahu dari orang itu adalah, dia yeoja.

“Anda sudah sampai?” tanya Donghae pada seseorang, dan bukan Eunhyuk.”Ah,ne. Kami baru saja sampai di Amerika.” jawab orang itu. “Gamsahamnida. Ah, padahal kami tahu jadwal anda sangat padat. Tapi anda menyetujui kerja sama dengan kami.” sahut Donghae basa-basi. ” Nan gwechana. Oh, ya anda menginap di hotel mana?” tanya orang itu. Donghae kemudian menyebutkan nama hotelnya. “Kalau begitu nanti kami akan kesana.” jawab orang itu. Nampaknya orang yang tadi adalah artis model iklan yang akan menjalani proyek dengan Donghae dan Krystal.

“Oppa! Kau tidak apa-apa?” tanya Yoona khawatir. Karena Yesung seharian batuk-batuk berdarah dan wajahnya pucat. “Gwechana, kau jangan khawatir. Aku hanya sedikit merasa tidak enak badan.” jawab Yesung. Tentu saja Yoona tidak percaya. Bagaimana bisa tidak enak badan gejalanya sampai batuk-batuk berdarah? “Aku tidak peduli, oppa harus kubawa ke rumah sakit.” ujar Yoona kesal. Setelah dipaksa beberapa kali, baru Yesung mau dibawa kerumah sakit.

“Ah, dimana hotelmu? Aku sudah sampai, sebutkan alamatnya!” kata Eunhyuk kepada Donghae di telepon. Ia sekarang sudah sampai di bandara. “Ah, iya sebentar. Oh…..” jawab Donghae senang. Kemudian menyebutkan alamat lengkap tempat hotel yang diinapnya. “Ah, nde gomawo.” jawab Eunhyuk tersenyum. Kemudian dia menutup teleponnya. Kemudian berjalan mencari taksi. Entah kenapa dia hari ini bahagia sekali? Apa karena Krystal? Ah tidak, dia sudah memutuskan untuk tidak mengharapkannya lagi, meskipun Krystal memang baru saja putus dengan kekasih barunya, tapi ia tahu Krystal memang sudah tak mencintainya lagi. Jadi, buat apa mengharapkannya lagi? Dia juga ke Amerika hanya untuk bertemu Donghae, sahabatnya. Bukan untuk bertemu Krystal. Ah, mungkin ia akan bertemu sahabatnya setelah hampir beberapa minggu tak bertemu. Tiba-tiba seseorang, atau lebih tepatnya sekelompok orang menabraknya. Sepertinya ada seorang yang ia pernah lihat. Ah, itu adalah orang yang menabraknya di bandara Gimpo Airport. Berarti mereka mempunyai tujuan yang sama? Ah, mengapa ia tak sadar?

“Oh, ya. Silahkan tanda tangani kontraknya. Ah, saya selaku perwakilan dari Sungkyun Company sangat berterimakasih atas kesediaan anda, menandatangani kontrak ini. Padahal jadwal promo album anda sangat padat. Kalau tidak salah single terbaru anda itu berjudul “The Red Shoes”, benar?” tanya Donghae basa-basi kepada artis yang ia kontrak. Yang ditanyai hanya tersenyum dan mengangguk pelan. “Yasudah, karena mungkin waktu kami disini sangat sedikit, kira-kira kapan syuting akan dimulai?” tanya manajemen artis tersebut. “Ah, 2 hari lagi. Sekali lagi terimakasih banyak.” ujar Donghae sambil bungkuk 90 derajat. Artis dan manajemen tersebut lalu pamit pulang.

“Siapa disana?” tanya Donghae agak kesal. Baru lima menit kedatangan tamu, ia harus menerima tamu lagi. Ia membuka pintunya, ah ternyata Eunhyuk. “Ah, Hyuk Jae! Kau sudah datang?” ucap Donghae, wajahnya terlihat ceria setelah bertemu sahabatnya. Mereka lalu berpelukan. “What’s up bro?” tanya Eunhyuk dengan bahasa Inggris. “Ya! Aku bukan orang Amerika. Jadi, jangan memakai bahasa Inggris.” jawab Donghae menggunakan bahasa Korea. “Aish, kau ini. Paling tidak ini kan di Amerika, dimana semua orang menggunakan bahasa Inggris.” balas Eunhyuk. “Tapi kan kita tidak.” sahut Donghae. Eunhyuk berdecak kesal. Ia baru sampai sini tapi sudah harus debat dengan sahabatnya sendiri. “Yasudah terserah kau saja. Sekarang dimana aku harus tidur? Aku sudah sangat lelah.” ujar Eunhyuk mencoba menghentikan perdebatan kecilnya dengan Donghae. “Apa kau tidak jalan-jalan dulu? Atau bernostalgia dengan yeoja sebelah kamarku?” tanya Donghae memancing. Eunhyuk sedikit berpikir, dan mendorong bahu Donghae hingga Donghae mundur satu langkah. “Yah, kau ini, aku kesini kan hanya ingin bertemu denganmu.” jawab Eunhyuk agak lesu. “Arraseo. Yah, temanku kau sedih sekali. Baik ayo kita ke kamarku.” sahut Donghae tersenyum sambil mendorong bahu Eunhyuk untuk menuju kamarnya persis seperti ketika anak kecil bermain kereta api.

“Bagaimana kondisi suami saya?” tanya Yoona kepada dokter. “Ah, suami anda baik-baik saja. Hanya sedikit kelelahan. Dia perlu istirahat.” jawab dokter lembut. Yoona heran, sedikit kelelahan? Bukankah tadi Yesung sampai batuk-batuk berdarah? Yoona tidak percaya dan ingin komplain, tapi Yesung menahannya. “Aku tidak apa-apa, tenang saja. Kalau kelelahan, aku memang seperti ini.” ucap Yesung, dengan suara baritonnya. Akhirnya Yoona terdiam dan mereka pamit untuk pulang. Tapi sebelum mereka pergi, Yesung terlihat berbisik mengatakan sesuatu kepada dokter itu. “Gamsahamnida. Anda telah bekerja dengan baik, teruslah jaga rahasia ini.” bisiknya pada dokter. Sang dokter mengangguk.

“Donghae, proyekmu kali ini, artis mana yang kau pakai?” tanya Eunhyuk yang masih tiduran di sofa. “Tentu saja artis Kpop, walaupun cameo-nya aku memaakai model dari Amerika. Artis itu yeoja! Mungkin saja jika kau ingin berkenalan dengannya. Dia itu idolamu.” jelas Donghae yang masih menatap monitornya. “Idolaku? Nugu?” tanya Eunhyuk penasaran. “Siapa lagi kalau bukan Lee Ji Eun? Karena dia sedang mengeluarkan single baru, kurasa cocok untuk dijadikan modelnya.” sahut Donghae.
“Wah, IU? Ah, kau ini! Mengapa kau tak pernah menceritakan ini padaku? Eh, tunggu! Ini kan iklan bir. Kau memakai model yeoja?” tanya Eunhyuk heran. “Yah, sekali-kali. Bukankah konsep proyeknya hampir sama dengan video klip “The Red Shoes” milik IU? Daripada nanti dituduh plagiat? Lebih baik aku memakainya sebagai model iklanku saja langsung. Tadi dia kesini 5 menit sebelum kau kesini.” jelas Donghae. Eunhyuk terdiam dan berpikir. Jadi, yeoja yang ia tabrak dan ia lihat di bandara itu Lee Ji Eun? Mengapa ia tidak meminta tanda tangan? Karena besar kemungkinan, Lee Ji Eun juga satu pesawat dengannya. Ah babo!

“Oppa, bogoshipeoyo!” ujar Krystal pada ‘mantan’ kekasihnya, Minho. Mereka berpelukan, merasakan kehangatan seperti yang mereka alami dulu. “Kau mau menerimaku lagi bukan?” tanya Minho setelah mereka berpelukan. “Tentu saja! Tapi oppa jangan menuduhku yang tidak-tidak!” sahut Krystal kesal. Minho mengangguk. “Oh, ya. Satu lagi, oppa juga tidak boleh macam-macam selama aku disini. Aku akan pulang setelah proyek ini selesai, arra?” pesan Krystal sebelum Minho pergi. Minho mengangguk sambil tersenyum, tangan kanannya membentuk angka dua sebagai tanda janji. Krystal tersenyum puas. Minho kemudian mengecup kening Krystal. “Yasudah, kalau begitu aku pergi dulu. Jaga dirimu baik-baik dan jangan macam-macam.” pesan Minho, dan akhirnya pergi. “Annyeong!” ucap Krystal sebelum Minho pergi.

“Kenapa tidak dikantor saja? Kenapa harus dikamar hotelku?” tanya Donghae ketika mendapati Ji Eun sudah beberapa kali ke hotelnya hanya untuk membahas proyek yang mereka kerjakan. “Aku sebenarnya hanya ingin bermain disini, di hotel sendirian sungguh menyebalkan.” keluh Ji Eun. “Kau ingin bertemu denganku ya? Kan sangat jarang seorang selebriti dapat bertemu dengan fanboy-nya secara langsung.” goda Eunhyuk, dengan sedikit tertawa. Ji Eun hanya tersenyum. “Jangan urus dia. Dia seorang fanboy yang labil.” sindir Donghae sarkatis, sambil menempelkan telunjuknya di dahi, tanda ia sedang mengejek Eunhyuk. Eunhyuk yang menatapnya dengan tatapan membunuh.

“Oppa, kemana oppa akan pergi? Kenapa oppa tidak bilang tadi malam?” tanya Yoona melihat Yesung membawa koper. “Ah, aku akan pergi kerumah Ryeowook.” jawab Yesung singkat, namun hangat. “Berapa hari? Oh, ya. Oppa kan baru saja sembuh.” tanya Yoona lagi. “Mungkin 3 hari. Tenang saja, aku pasti baik-baik saja.” ucap Yesung menenangkan Yoona. Ia membelai rambut Yoona kemudian mengecup dahinya. “Hati-hati!” ujar Yoona agak berteriak, sambil melambaikan tangan pada Yesung yang sudah melangkahkan kakinya beberapa meter darinya. Yesung lalu menoleh, tersenyum dan membalas lambaiannya dengan lambaian juga. Kemudian pergi meninggalkan Yoona dengan menggunakan mobil. “Semoga aku bisa merindukan dia seperti aku merindukanmu. Dan semoga aku bisa memcintainya seperti aku mencintaimu.” batin Yoona. Ia masih terbayang dengan Donghae.

“Boleh tidak aku bertanya padamu tentang Donghae?” tanya Ji Eun kepada Eunhyuk. Mereka sekarang ada di dekat kolam renang di hotel, kebetulan hotel yang mereka tempati adalah hotel yang sama. “Wae? Kau menyukainya?” tanya Eunhyuk balik. Ji Eun terdiam, tanda bahwa perkataan Eunhyuk benar. “Donghae dan aku itu sama. Kami masih dalam proses untuk melupakan yeoja yang kami cintai, yang sekarang telah meninggalkan kami berdua. Kalau boleh tahu, kenapa kau menyukai Donghae?” tanya Eunhyuk lagi. “Dia baik kepada semua wanita. Siapa yang tidak menyukai Donghae?” sahut Ji Eun. “Ya, benar. Aku juga ingin seperti dia. Pekerja profesional yang tak pernah menampakkan kesedihannya walaupun ia berada di titik terendah dalam kehidupannya.” ujar Eunhyuk. “Kau juga.” ucap Ji Eun mengagetkan Eunhyuk. “Huh? Aku?” tanya Eunhyuk heran. “Kau juga dalam kondisi sama dengan Donghae bukan? Tapi aku tak melihat mimik kesusahanmu selama ini. Oh ya, yeoja yang meninggalkanmu itu Krystal bukan?” sahut Ji Eun membuat Eunhyuk merasa sedih. “Kalimat terakhir jangan dibahas.” ujar Eunhyuk acuh tak acuh. “Oh, mianhe. Aku bermaksud….” jawab Ji Eun yang kemudian terpotong oleh ucapan Eunhyuk. “Yah, gwechanha.” tambah Eunhyuk menghentikan permintaan maaf dari Ji Eun.”Oh, baiklah. Kalau boleh tahu siapa yeoja yang meninggalkan Donghae? Ah, dia benar-benar tidak bersyukur mempunyai namja sebaik Donghae.” kata Ji Eun. “Namanya Im Yoon Ah. Mereka bertemu karena sebuah kejadian yang menurut mereka tidak menyenangkan. Dan berpisah juga karena sebuah kejadian yang tidak menyenangkan.” jawab Eunhyuk. “Im Yoon Ah? Nama yang bagus.” komentar Ji Eun.

“Hey! Kalian berdua!” seru Donghae membuat mereka kaget. “Ah, neo! Kemarilah. Kami sedang bersantai.” sahut Eunhyuk. Lee Ji Eun agak kecewa ketika Eunhyuk meminta Donghae untuk bergabung. Padahalkan dia hanya ingin berdua dengan Eunhyuk, dan meminta Eunhyuk enceritakan segala tentang kehidupan Donghae. Dia juga sekarang sedikit gugup jika bertemu dengan Donghae. “Ah, oppadeul, aku pergi dulu. Aku lupa jika managerku memanggilku sekarang.” ucap Ji Eun, kemudian ia berdiri hendak berbalik. “Ah, padahal aku baru saja akan bergabung.” keluh Donghae menyayangkan kepergian Ji Eun. “Ne, padahal ini malam terakhirku disini.” ujar Eunhyuk. “Kalau begitu, bolehkah aku meminta nomor ponselmu?” tawar Ji Eun. “Ah, tentu saja! Baru kali ini seorang penyanyi terkenal meminta nomor ponsel fans-nya.” kata Eunhyuk senang. Mereka pun bertukar nomor. “Ah, kalau begitu aku pergi dulu ya? Managerku pasti sudah menunggu.” pamit Ji Eun.

“Hei, kau tahu tidak kenapa Ji Eun pergi?” ujar Eunhyuk memberi tebakan. Donghae menggeleng pelan, matanya meminta Eunhyuk untuk memberi tahunya. “Karena, dia menyukaimu. Dia tadi menceritakannya padaku. Ketika kau datang, dia merasa terganggu dan akhirnya pergi.” jelas Eunhyuk panjang lebar, membuat mata Donghae terbelalak. “Mwo?” ucap Donghae terkejut. “Ah, kenapa dia tidak menyukaiku ya? Padahal aku ini kan tampan.” komentar Eunhyuk. “Iya, kau memang tampan. Tampan jika dilihat dari Menara Eiffel!” balas Donghae, sambil menahan sedikit keterkejutannya.

“Hyung-nim, sampai kapan kau akan menyembunyikan penyakitmu pada Yoona?” tanya Ryeowook, adik Yesung. “Entahlah, aku juga tidak tahu.” jawab Yesung acuh tak acuh. Ia masih bingung akan hal itu. “Aku takut dia membenciku dan menganggap aku ini hanya mempermainkannya dan menjadikannya teman tidur sebelum mati.” tambah Yesung. “Yah, benar juga kau hyung. Ternyata ini lebih rumit dari yang aku kira. Mianhe aku mengusulkannya agar kau melakukan semua ini.” ucap Ryeowook dengan penuh penyesalan. “Aku juga salah dalam hal ini. Kukira rasa bersalahku hanya sampai pada bulan depan. Ternyata mungkin rasa bersalah ini juga kubawa mati.” balas Yesung. Ia merasa bersalah dengan apa yang dilakukannya terhadap Yoona maupun Donghae. “Tapi kau belum melakukan apapun dengan Yoona kan?” tanya Ryeowook memastikan. “Tenang saja, aku tak akan melakukan apapun dengannya selama hidupku. Menjadi suaminya pun cukup membuatku bahagia.” sahut Yesung tersenyum. “Aku akan menjagamu agar kau masih bersih kepelukan yang benar-benar kau cintai.” batin Yesung

Categories: By: Evil | Tinggalkan komentar

Beloved Teacher Part2

“Psh,.”Kau tertawa lirih lalu mendekati Kyuhyun dan memeluknya dari belakang lalu menyandarkan kepalamu di bahunya. Tapi Kyuhyun masih diam saja tak memberikan reaksi apa-apa. Sepertinya ia benar-benar marah.”Sepertinya kau benar-benar marah padaku,.”Ucapmu lirih.
“Tidak,. Tidak ada seorang namja yang akan marah jika melihat yeojachingunya dicium namja lain,.”Sahutnya dengan nada menyindir.
“Itu tidak sengaja,.”Ucapmu.
“Kau memang tidak, tapi Siwon seonsaengnim,. Ia sengaja menciummu,. Apalagi ungkapan perasaannya tadi siang,. Apa kau juga menyukainya?”
“Eotteoke? Dia sangat tampan dan baik,. “Ucapmu membuat Kyuhyun langsung memalingkan wajahnya melihatmu. Kau tersenyum melihat reaksi Kyuhyun.”Tapi aku sudah punya seorang namjachingu yang sangat mencintaiku,. Yang tidak pernah marah padaku,.”Ucapmu sedikit menyindir sikap Kyuhyun tadi.”Lalu apa aku harus meninggalkannya dan memilih Siwon Oppa?”Tanyamu.
“Kau tidak bisa melakukan itu,.”Ucap Kyuhyun dengan yakin.
“Kenapa tidak?”Tanyamu.
“Karena aku tidak akan membiarkanmu lepas dariku,.”Kyuhyun menatapmu lekat-lekat dan senyum mengembang di wajahnya.”Akan kuhapus ciuman Siwon seonsaengnim tadi,. Cuuuppp,.”Kyuhyun mencium lembut bibirmu dan tangannya mengusap-usap wajahmu.
***
Keesokan harinya.
Kau bersiap akan berangkat ke sekolah tapi sebelum itu kau sudah menyiapkan sarapan di atas meja. Kyuhyun masuk sudah lengkap dengan seragam dan bukunya. Kau tersenyum melihatnya.
Kau berjalan ke dapur untuk mematikan kompor yang belum kau matikan. Tiba-tiba Kyuhyun memelukmu dari belakang.”Yaaa!! lepaskan aku Kyu,.”Ucapmu.
“”Wae? Selamat pagi Chagi,.”Kyuhyun membalikkan badanmu cepat dan mencium bibirmu kilat.”Morning kiss,.”Ucapnya seraya tersenyum.
“Lihatlah dirimu,.”Ucapmu pada Kyuhyun. Kyuhyun bingung dengan ucapanmu dan memutar-mutar tubuhnya melihat apa ada yang aneh. Dan kau tertawa menyadari kebodohan Kyuhyun.
“Kenapa kau tertawa? Apa ada yang aneh?”Tanya Kyuhyun padamu.
“Aniyo,. Hmpph,.”Kau masih menahan tawa.
“Yaaa!! Jangan tertawa,. Katakan apa ada yang aneh?”
“Aniyo.. Kau tidak boleh memeluk dan menciumku seperti tadi,.”Ucapmu.
“Wae? Kau kekasihku,.”Kyuhyun mendekatkan tubuhnya padamu membuat tanganmu langsung menghalangi Kyuhyun.”Wae? apanya yang salah?”Tanya Kyuhyun.
“Kau sekarang sudah jadi muridku,. Jangan berbuat yang tidak sopan padaku,. Aku bisa menghukummu,.”Ucapmu.
“Aku tau itu,. Tapi kau juga kekasihku,. Wajar jika aku memelukmu atau menciummu,. Selain itu ini tidak di sekolah,. Posisi kita tetap berbeda,. Disini kau yeojachinguku dan aku namjachingumu,.”Ucap Kyuhyun tak perduli.
“Kau tidak bisa seenaknya seperti itu,.”Ucapmu lalu duduk di meja makan. Kyuhyun mengikutimu dan duduk dihadapanmu. Kau mengambilkan makanan untuk sarapan Kyuhyun.
“Apa kau tidak mencintaiku?”Tanya Kyuhyun.
“Aku mencintaimu,.”Jawabmu cepat.
“Lalu kenapa dengan sikapmu ini eoh?”
“Kyu, bagaimanapun juga sekarang aku adalah gurumu,. Juga wali kelasmu,. Kita harus bisa memposisikan diri saat di sekolah dan dimanapun nantinya dan saat kita sudah memakai seragam sekolah seperti ini,.”Ucapmu menjelaskan.
“Baiklah,. Aku setuju,.”Jawab Kyuhyun.
“Ehm, Gomawo,.”Ucapmu seraya tersenyum karena Kyuhyun mau mengerti. Terkadang ia memang bersikap seperti anak kecil yang suka ngambek, tapi ia juga selalu bersikap dewasa di waktu yang tepat. Kau tau Kyuhyun selalu bisa memposisikan dirinya dengan baik.
“Ne,.”Kyuhyun tersenyum.
“Ini, makanlah,. “Kau menyerahkan mangkuk yang sudah kau siapkan untuk Kyuhyun.
“Ne,.”Kyuhyun makan dengan lahapnya.
Ketika kalian akan berangkat Kyuhyun menawarimu berangkat bersamanya tapi kau menolaknya. “Kalau kita berangkat bersama rasanya kurang ethis,.”Kau memberi penjelasan.”Apalagi aku guru baru,.”
“Ehm,. Baiklah, kau hati-hati,. jangan mengebut,. Kita bertemu di sekolah,.”Ucap Kyuhyun. Ia mengantarmu sampai masuk mobil. “Satu lagi, segera tolak pernyataan Siwon seonsaengnim,.”Ucapnya dengan nada serius.
“Ne,.”Kau tersenyum dan mengiyakan.
“Hati-hati,.”
“Ne,.”Kau mengangguk dan segera melajukan mobilmu menuju sekolah. Kyuhyun mengikutimu dari belakang dengan mobilnya.

Sesampainya di sekolah.
Kau sampai di sekolah bersamaan dengan kedatangan Siwon dan Kyuhyun. Siwon dengan cepat berjalan ke arahmu dan membukakan pintu untukmu. Kyuhyun menatapnya kesal.
“Apa-apaan dia itu,. Cari perhatian,.”Gumamnya kesal.
“Gomawo,.”Ucapmu pada Siwon.
“Ne,. selamat pagi,. Apa kau sudah sarapan? Kita bisa sarapan bersama di kantin,.”Ucap Siwon.
“Mianhae,. Tapi aku sudah sarapan,.”
“Begitu,. Gwechana,. Kajja kita segera masuk,.”Siwon meraih tanganmu tapi kau dengan sopan menepisnya. Siwon sedikit kaget tapi ia maklum karena ini di sekolah.”Mianhae,.”
“Ne,.”Kau mengangguk mengiyakan.
Kau dan Siwon berjalan masuk ke gedung sekolah. Dari belakang Kyuhyun juga ikut berjalan masuk.
“Selamat pagi Kyuppa,.”Suhi menyapa Kyuhyun dengan senang.
Kau yang belum terlalu jauh sedikit meliriknya dan kau lihat yeoja yang menyapa Kyuhyun adalah yeoja yang kemarin bersama Kyuhyun di restoran.”Ternyata siswi disini juga,.”Gumammu.
“Ne?”Tanya Siwon tak mengerti maksud ucapanmu.
“Aniyo,.”Jawabmu seraya tersenyum.
“Suhi-ya, menyingkirlah,.”Ucap Sungmin pada Suhi.
“Pagi hyung,.”Sapa Kyuhyun pada Sungmin.
“Pagi,.”Sahut Sungmin lalu dengan cepat menarik Kyuhyun agar Suhi tak mendekatinya lagi. sungmin memang tak terlalu suka dengan Suhi. Menurutnya Suhi itu terlalu cerewet dan membuat Sungmin selalu merasa berisik. Tapi Kyuhyun tak merasa risih dengan sikap Suhi karena ia menganggap Suhi sebagai temannya.
“Yaaa!! Kenapa kalian meninggalkanku?”Teriak Suhi kesal.
Tapi Kyuhyun dan Sungmin sudah pergi meninggalkannya. Mereka tak memperdulikan teriakan Suhi.”Aishh jinjja,.”Suhi menghentakkan kakinya ke tanah menahan kesal.
***
Kau masuk ke dalam kelas masih dengan suasana kelas yang ramai dan berantakan. Kau menghela nafas pelan melihat hal itu.
“Good Morning,.”Sapamu dengan suara keras.
“Good Morning,.”Sahut mereka juga sama kerasnya.
“Good Morning chagi,.”Kyuhyun berucap lirih.
“Ne?”Tanya Sungmin.
“Aniyo,. Bukankah Ms. Seo cantik?”Tanyanya.
“Ne,. wae? Kau menyukainya?”Tanya Sungmin balik.
“Ehm,.”Kyuhyun mengangguk dan tersenyum.
“Benar,. Akan lebih baik kau bersamanya daripada dengan Suhi,.”Bisik Sungmin.
“Wae?”
“Suhi selalu cerewet,.”Jawab Sungmin.
“Psh,. Sama cerewetnya denganmu hyung,.”Jawab Kyuhyun seraya tertawa lirih.
“Ada yang lucu Kyuhyun-ssi?”Tanyamu kesal.
“Aniyo,. Mianhae,.”Jawab Kyuhyun lalu diam. Tapi jelas terlihat ia tersenyum mendengarmu memarahinya.
Kau segera memulai pelajaran. Waktu 2 jam terasa begitu lama karena murid-muridmu selalu membuat ulah. Sedangkan Kyuhyun terus memandangimu tanpa memperhatikan apa yang kau jelaskan di depan kelas.
Kau menghela nafas berat. Menahan kesal dengan ulah murid-muridmu. Suhi yang melihat Kyuhyun terus memandangimu langsung memandangmu dengan tatapan tak suka.
“Apa-apaan Seonsaengnim itu,. Cepat sekali ia mendapat perhatian Kyuppa,.”Gumamnya kesal.
“Itu karena Ms. Seo cantik,.”Sahut Min Ji teman di sebelahnya.
“Aishhh kau ini,.”Suhi mendelik sebal.
“Psh,.”Min Ji tertawa lirih karena bisa membuat Suhi bertambah kesal.
2 jam sudah berlalu kau merapikan bukumu.”Okay,. Enough for today,. See you tomorrow,.”Kau meninggalkan kelas dan mulai mengajar di beberapa kelas lain.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 2 siang. Kau kembali ke ruang guru untuk meletakkan buku-bukumu dan mengambil tasmu. Di tengah perjalanan kau bertemu Siwon yang berjalan berlawanan arah denganmu.
“Kau sudah selesai?”Tanyanya ramah.
“Ne,.”Jawabmu.
“Bagaimana kalau kita makan siang bersama?”Tanyanya.
“Mianhae Siwon Seonsaengnim,. Saya ingin meminta Ms. Seo untuk mengajari saya materi yang tadi disampaikan,. Saya masih kurang mengerti,.”Tiba-tiba Kyuhyun berada di sampingmu.”Bukankah Ms. Seo tadi bersedia?”Tanyanya padamu.
“Ne,.”Kau mengangguk.”Mianhae,. Annyeong,.”Kau berpamitan pada Siwon dan mengajak Kyuhyun pergi.
Kau ke ruang guru terlebih dahulu untuk mengembalikan buku dan mengambil tasmu dan meminta Kyuhyun menunggumu di parkiran. “Jangan lama-lama,.”Ucapnya lirih.
“Ne,.”
Setelah mengembalikan buku kau melihat Suhi ada di luar ruang guru.”Suhi-ya, ada apa?”Tanyamu.
“Ms. Seo, tadi saya mendengar anda akan memberi jam tambahan pada Kyuhyun,. Bolehkah saya ikut? Saya juga kurang mengerti,.”Tanyanya.
“Begitu,. Baiklah,. Kau boleh ikut,.”Ucapmu mengiyakan, meski kau sedikit bingung dengan sikap Suhi. Dan kau juga terpaksa harus benar-benar memberi jam tambahan untuk Suhi dan Kyuhyun.
Kau dan Suhi berjalan menuju parkiran. Kyuhyun menatapmu dan Suhi bingung. Suhi langsung berlari kearah Kyuhyun dan merangkul lengannya. “Aku juga akan ingin diberi penjelasan lagi tentang materi tadi,.”Ucapnya pada Kyuhyun.
Kyuhyun menatapmu tak mengerti. Dan kau hanya mengangkat bahu tanda tak mengerti juga.”Kajja kita berangkat,.”Ajakmu.”Kemana sebaiknya kita pergi?”Tanyamu.
“Bagaimana kalau di restoran,.?”Suhi memberi saran.
“Baiklah,. Kalian duluan, saya akan mengikuti dari belakang,.”Ucapmu.
“Ne,.”Suhi langsung masuk ke dalam mobil Kyuhyun. Kyuhyun menghela nafas kesal sedangkan kau langsung masuk ke mobilmu sendiri. Kyuhyun pun dengan terpaksa masuk ke mobilnya.

Di restoran.
Suhi langsung sibuk memilih makanan yang ingin di pesannya.”Kyuppa, kau ingin memesan apa? Ini sepertinya enak,.”Ucap Suhi pada Kyuhyun.
“Ms. Seo,. Anda memesan apa?”Tanya Kyuhyun padamu.
“Saya pesan Janchi guksu (mie yang disajikan dengan rumput laut, kimchi, telur dan sayuran),.”Jawabmu.
“Baiklah, saya juga pesan yang sama,.”Ucap Kyuhyun membuat Suhi langsung merengut. Kau segera memanggil pelayan dan menyebutkan pesananmu, Kyuhyun dan juga Suhi. Seraya menunggu pesanan kalian datang kau mulai menjelaskan materi yang tadi kau berikan. Kyuhyun terlihat malas begitu juga dengan Suhi.
“Sepertinya kalian sudah cukup lelah,.”Ucapmu dan berhenti menjelaskan.
“Ne,.”Sahut Suhi malas.
Beberapa saat kemudian pesanan kalian datang. Kau dan Kyuhyun menikmati makanan kalian sedangkan Suhi sibuk mencari perhatian Kyuhyun. Ia terus-terusan memaksa Kyuhyun agar mau ia suapi makanannya.
“Cobalah Oppa, ini enak sekali,.”Ucap Suhi. Karena terus dipaksa Kyuhyun akhirnya mau disuapi Suhi. Kau hanya menatap mereka dengan tatapan malas.
“Apa-apaan ini,.”Batinmu.
“Sudah Suhi,. Aku sudah kenyang,. Aku bisa memakan makananku sendiri,. Makanlah makananmu sendiri,.”Ucap Kyuhyun.
“Tapi aku ingin Oppa mencobanya,. Ini enak sekali,.”Ucap Suhi masih menganggu Kyuhyun yang sedang makan.
Sedangkan kau sudah menyelesaikan makanmu.”Baiklah, saya sudah selesai,. Biar saya yang bayar,. Kalian segera selesaikan makan kalian dan pulang lalu istirahat,. Annyeong,.”Ucapmu lalu pergi.
Kyuhyun sebenarnya ingin mencegahmu pergi tapi Suhi terus mengajaknya berbicara dan memaksanya makan makanannya.”Suhi-ya, Stop,.”Ucap Kyuhyun kesal.”Aku sudah kenyang,.”Kyuhyun berdiri dan berjalan pergi untuk menyusulmu.
“Oppa,. aku juga sudah kenyang,. Antarkan aku pulang ne?”Pintanya tapi tak diperdulikan oleh Kyuhyun yang mencari keberadaanmu. Setelah melihat mobilmu keluar parkiran restoran ia hanya menghela nafas kesal.
“Pulanglah sendiri,. Aku masih ada urusan,.”Kyuhyun beranjak ke mobilnya dan segera mengunci pintunya. Suhi terus mengetuk-ngetuk kaca mobilnya tapi tak diindahkan oleh Kyuhyun. Kyuhyun melajukan mobilnya pergi. Suhi hanya bisa menggeram kesal.
“Apa menariknya Ms. Seo,. Dia itu membosankan,.”Ucap Suhi kesal.

Categories: By: A. Angel | Tinggalkan komentar

Beloved Teacher Part1

Kau tiba di SMA Kyunghee. Sebuah SMA yang sangat terkenal di Korea. Karena prestasinya yang gemilang sekaligus karena murid-muridnya yang sering membuat ulah. Kau masuk ke ruang kepala sekolah.
“Selamat datang Hyu Rin-ssi,.”Sambut seorang namja padamu.
“Gomawo Siwon Oppa,.”Sahutmu seraya tersenyum.
“Aku senang akhirnya kau kembali ke Korea dan mau mengajar di sekolah ini,.”Ucap Siwon dan mempersilahkanmu duduk.
“Ne,. aku juga senang bisa mendapatkan tawaran mengajar di sekolah yang sangat terkenal seperti ini,.”Ucapmu.
“Kau mau minum?”Tawar Siwon dan menunjukkan sebotol Wine.
“Aigoo,. Ini masih siang hari kau mau mengajakku minum-minum,.”Ucapmu seraya tertawa lirih.
“Hemm, biasanya kau tidak menolak,.”Siwon memasukkan kembali Wine yang tadi ditunjukkan padamu ke dalam kulkas.
“Ne,. jika posisinya di rumahmu atau di tempat lain aku pasti tidak akan menolak,. Tapi ini di sekolah,. Apa kau ingin membuat berita di majalah esok hari?”Tanyamu
“Kau benar,. Aku ingin tampil di majalah di halaman pertama besok pagi,.”Ucapnya seraya tertawa lirih.
“Aigoo,.”Kau ikut tertawa lirih.
Kau dan Siwon memang sudah berteman dekat. Ia merupakan teman yang kau kenal saat kuliah di London. Siwon adalah kakak kelasmu pula saat di SMA.
“Kalau begitu nanti malam aku akan mengundangmu makan malam,.”Ucapnya
“Akan kuusahakan,.”
“Aigoo,. Sepertinya yeoja ini sangat sibuk,.”Canda Siwon.
“Begitulah,. banyak janji yang harus kupenuhi,.”Sahutmu dengan nada serius lalu tersenyum menatap Siwon.
“Aigoo,.”Siwon berdecak lirih.“Baiklah,. Kau bisa mulai mengajar hari ini,. Aku akan mengantarkanmu ke kelas,.”
“Baik kepala sekolah Choi Siwon,.”Kau mengangguk mengiyakan.
Di kelas.
Kau dan Siwon masuk kelas. Suasana kelas sangat ramai dan berantakan. Siwon langsung menyuruh mereka untuk duduk dengan rapi. Dan mereka segera melaksanakan perintah Siwon.
“Aigoo,. Apakah dia guru baru?”Tanya Wookie.
“Sepertinya,.”Jawab Eunhyuk malas-malasan.
“Dia cantik,.”Puji Donghae.
“Dia akan tau akibatnya karena memilih untuk berada di sekolah ini,.”Ucap Kyuhyun dengan nada dingin dan terus menatapmu tajam.
“Apa yang akan kau lakukan eoh?”Tanya Donghae
“Aniyo,. Perhatikan ke depan saja,.”Jawab Kyuhyun. Ia terlihat sangat kesal. Kau menyadari hal itu dan hanya diam saja seraya meliriknya lalu tersenyum sekilas.
Siwon segera memperkenalkanmu ke murid-murid kelas tersebut.”Ini adalah Guru bahasa Inggris serta wali kelas kalian yang baru,. Namanya adalah Seo Hyu Rin,.”Ucap Siwon.
“Arraso,.”Jawab mereka serempak.
“Jika ada yang ingin ditanyakan,.”Ucap Siwon belum selesai dan seorang siswa langsung bertanya.”Ne?”
“Seonsaengnim,. Apakah anda sudah menikah?”Tanyanya dengan nada genit.
“Belum,.”Jawabmu.
“Waaahhhh,.”Murid namja langsung berteriak girang. Kyuhyun mengepalkan tangannya menahan kesal.
“Apakah kau sudah punya calon suami? Kalau belum juga bolehkah kami mendaftar?”Tanya mereka lagi dengan nada masih genit.
“Jangan perdulikan mereka Hyu Rin-ssi,.”Ucap Siwon.”Kalian semua sudah cukup,. Seo Seonsaengnim akan mulai mengajar besuk pagi,.”
“Kenapa tidak sekarang saja Seonsaengnim?”
“Tidak biasanya kalian begitu semangat jika disuruh belajar,. Guru Etika kalian akan segera datang,. Selamat siang,.”Ucap Siwon dan mengajakmu pergi keluar.
Kau keluar ruangan setelah mengucapkan selamat siang juga pada mereka dan juga dengan diiringi tatapan tajam Kyuhyun.
“Wahh Seo Seonsaengnim cantik sekali,. Apa dia belum punya pacar?”Tanya seorang siswa pada temannya.
“Ne,. kau benar,. Dia cantik sekali,. Kalau dia belum punya pacar aku akan mendekatinya,.”Ucapnya seraya tertawa.
“Berisik,.”Kyuhyun melemparkan bukunya ke arah siswa itu membuatnya langsung terdiam. Kyuhyun memang sedikit punya pengaruh di kelas tersebut dan juga di sekolah tersebut. Meski di kenal dengan murid yang jahil dan suka usil tapi ia juga dikenal sebagai murid yang cerdas. Ia memiliki banyak teman disana. Dan ia merupakan murid yang setia kawan terhadap teman-temannya dan tak ragu membantu temannya yang sedang kesusahan.
“Ne,.”Sahutnya dan mengembalikan buku Kyuhyun.”Apa kau sedang tak enak hati? sepertinya raut wajahmu tak menyenangkan,.?”Tanyanya.
“Bukan urusanmu,. Diamlah,.”Sahut Kyuhyun dingin.
“Aigoo,.”
“Kyu Oppa,. apa kau sakit? Apa kau demam?”Tanya seorang siswi khawatir.
“Diamlah Suhi,. Kau akan membuat suasana menjadi semakin tidak nyaman,.”Ucap Sungmin.
“Mingppa,. Jahat sekali,.”
“Yaaa!! Jangan panggil aku Mingppa,.”
“Wae? Bukankah Kyuppa juga memanggilmu seperti itu,.”Ucap Suhi
“Diamlah,.”Sungmin mulai ikut sewot.
“Berisik sekali,.”Kyuhyun berjalan keluar dengan membawa tasnya.
“Kau mau kemana Kyu?”Tanya Sungmin dan Donghae bersamaan.
“Pulang,. Tolong katakan pada Kang Seonsaengnim,. Aku sedang tidak enak badan,.”Ucap Kyuhyun dan terus berjalan keluar. Dari koridor lantai atas ia melihatmu masuk ke mobil Siwon dan kalian pergi keluar sekolah. “Apa yang sedang kau lakukan eoh?”Gumamnya kesal.
***
Kau dan Siwon pergi ke sebuah restoran untuk makan siang dan berbincang. Dari dalam mobilnya Kyuhyun dapat melihatmu dan Siwon dengan jelas. Ia menatap kalian dengan tatapan marah dan kesal.
Kemudian ia menelfon seseorang. Tak berapa lama kemudian seorang yeoja mendekati mobil Kyuhyun. Ia mengetuk kaca mobil Kyuhyun.
“Suhi-ya, Kau sudah sampai?”Kyuhyun membuka pintu mobilnya dan turun.
“Ne,. kenapa kita bertemu disini?”Tanya Suhi. Ia terlihat senang melihat Kyuhyun.
“Aniyo,. Aku hanya ingin mentraktirmu,. Kajja kita masuk,.”Kyuhyun menggandeng tangan Suhi dan mengajaknya masuk.
Ia memilih duduk di dekat mejamu dan Siwon. Kau kaget melihat Kyuhyun yang masuk dengan menggandeng seorang yeoja. Sedangkan Siwon yang tak memperhatikan tetap saja mengajakmu berbincang.
Kyuhyun menatapmu sekilas dengan pandangan dingin. Sedangkan kau segera mengalihkan perhatianmu kembali pada Siwon.
“Hyu Rin-ssi, sebenarnya aku ingin mengatakan sesuatu padamu,.”Ucap Siwon.
“Ne? katakan saja,.”Ucapmu.
“Aku yakin kau akan terkejut dengan ucapanku,. Tapi kuharap kau memikirkannya,.”Ucap Siwon lagi.
“Apa yang ingin kau katakan?”Tanyamu penasaran.
“Suhi-ya, kau ingin memesan apa? Kurasa ini sangat enak,.”Kyuhyun terlihat begitu memperhatikan Suhi. Kau hanya mendengarkannya dengan bingung.
“Ne,. aku ingin memesan ini saja,.”Jawab Suhi riang.
“Ne,. pelayan,.”Panggil Kyuhyun dan memesan makanan yang tadi ia pilih.
“Aku mencintaimu,.”Ucap Siwon seraya meraih tanganmu dan mengusapnya pelan.
“Ne?”Tanyamu kaget. Begitu juga Kyuhyun, ia terkejut dengan ucapan Siwon. Tangannya mengepal menahan amarah.
“Waeyo?”Tanya Suhi pada Kyuhyun. Jelas ia melihat raut wajah Kyuhyun berubah kesal.
“Aku mencintaimu Seo Hyu Rin,.”Ucap Siwon mengulang kata-katanya.
“Aku,.”
“Kau tidak perlu menjawabnya sekarang,. Aku tau kau pasti terkejut,. Tapi kuharap kau memikirkan ini,.”Ucap Siwon seraya tersenyum. Ia lega sudah mengatakan perasaannya padamu. Sedangkan kau hanya tersenyum bingung.
***
Kau pulang dengan diantar Siwon. Hari sudah cukup malam saat kalian sampai di rumah karena Siwon mengajakmu untuk berjalan-jalan terlebih dulu.
“Gomawo Oppa sudah mengantarku pulang,.”Ucapmu seraya tersenyum.
“Cheonma,. Aku senang kau mau menemaniku jalan-jalan,.”Ucap Siwon kemudian membukakan pintu untukmu.
“Ehm,.”Kau mengangguk mengiyakan. Dari balkon kamar apartementnya, Kyuhyun dapat melihatmu dan Siwon datang. Ia menatap kalian masih dengan wajah kesal.
“Sebaiknya aku langsung pulang,. Besuk kita bertemu di sekolah,. Cuupp,.”Siwon mencium bibirmu cepat membuatmu hanya bisa terdiam mematung. Begitu juga dengan Kyuhyun, tatapan matanya berubah menjadi semakin marah.”Semoga kau tidur nyenyak,. Selamat malam,.”Ucap Siwon lalu tersenyum dan masuk kembali ke dalam mobilnya.
“Ne,.”Kau hanya bisa mengangguk. Siwon segera melajukan mobilnya pergi. Setelah mobil Siwon tak terlihat lagi kau berjalan masuk ke apartement. Kau masih sedikit kaget dengan sikap Siwon tadi.
Kau berjalan masuk tanpa memperhatikan jalanan di depanmu hingga kau menabrak seseorang yang berdiri di depanmu.
“Aaawwww,.”Rintihmu pelan karena kau terjatuh.
“Sebegitu terpesonanya dirimu pada Siwon seonsaengnim?”Tanya Kyuhyun dengan nada dingin.
“Dia tampan,. Baik,. Dan selalu bersikap manis,.”Ucapmu membuat Kyuhyun semakin kesal.
“Apa aku kurang tampan? Apa aku kurang baik? Dan apakah aku tidak selalu bersikap manis padamu eoh?”Tanyanya dengan suara keras.
“Entahlah,. fikirkan saja sendiri,. Aku ingin istirahat.,”Ucapmu lalu berdiri dan berjalan masuk ke apartementmu.
“Yaaa!! Seo Hyu Rin,.”Panggil Kyuhyun dan mengikutimu masuk ke apartementmu.
“Mwo?”Tanyamu
“Kau ingin membuatku marah eoh?”
“Apa yang kau katakan? Kau bertanya dan aku menjawab,. Apanya yang salah?”Tanyamu balik.
“Aishh,. Lakukan apapun sesukamu,.”Kyuhyun duduk dengan menahan kesal di sofa ruang utama apartementmu.

Categories: By: A. Angel | Tinggalkan komentar

You’re My Endless Love Season 2 Eps 11

“Annyeong.” sapa Krystal gugup. “Ada perlu apa kau kesini?” tanya Donghae to the point. “Masalah tender kemarin.” jawab Krystal. Mendadak Donghae menjadi tidak mood untuk membahasnya. Entah karena mereka sudah kalah atau Eunhyuk sedang di Korea. “Kalau begitu aku hubungi presedir dulu.” ujar Donghae sambil beranjak meninggalkan Krystal untuk beberapa saat untuk mengambil handphone-nya. Ketika Donghae kembali dan akan menelpon, Krystal dengan cepat merebutnya, Donghae pun menatap tajam ke arah Krystal. “Aku kesini karena sangat mendadak sekali. Jadi, aku saja yg menelpon. Aku tak punya nomor telepon kantor maupun atasanmu. Jadi, aku kesini.” jelas Krystal takut. “Terserah kau sajalah.” batin Donghae pasrah. Setelah Krystal menelpon presdir perusahaan Sungkyun Company Thailand dan membuat janji, Krystal mengembalikan handphone Donghae. “Besok Sabtu, jam 11 di cafe biasa. Gamsahamnida sebelumnya.” ujar Krystal dan pergi tanpa pamit. “Ya! Krystal-ssi, sebenarnya ada masalah apa dengan tender kemarin?” tanya Donghae sekaligus menghentikan langkah Krystal. “Kau nanti pasti tahu.” jawab Krystal singkat. Sebenarnya Krystal pergi cepat karena takut di kamar hotel Donghae ada Eunhyuk, karena Krystal belum tahu kalau Eunhyuk sudah pulang ke Korea. Dan Donghae mengetahuinya. “Kau pergi cepat karena takut ada Eunhyuk kan? Hahahha, lucu sekali. Eunhyuk sudah pulang ke Korea tadi.” kata Donghae kembali menghentikan langkah Krystal. “Bukan urusanmu!” jawab Krystal ketus dari kejauhan. “Huh, menyebalkan! Sudah mengganggu suasana kegalauan-ku, sekarang dia malah mengkasariku. Aku yakin dia masih mencintai Eunhyuk. Lebih baik aku tidur saja.” gumamnya sambil memasuki kamarnya lagi.

“Mwo? Ke Amerika? Sendirian?” tanya Donghae terkejut. “Waeyo? Kau tidak suka?” tanya atasannya. “Bukan begitu. Saya hanya tidak biasa mengerjakan proyek sendirian.” jawab Donghae formal. “Lee Hyuk Jae tidak akan kembali. Presedir Utama Choi Siwon menahannya karena ada sebuah proyek di Korea. Jadi, kuharap kau mau menerimanya.” jelas atasannya. “Baiklah kalau begitu.” ujar Donghae sambil memohon diri. Tapi atasannya mencegahnya. “Selengkapnya nanti Krystal akan menemuimu hari Sabtu besok.” ujar atasannya mengingatkan. “Aku sudah tau.” batin Donghae. Tapi ia tak mungkin mengatakannya blak2an. Jadi, ia hanya mengagguk dan meninggalkan kantor atasannya.

“Sebenarnya ada apa dengan perusahaan wine itu?” ujar Donghae bingung sendiri. Ia sedang mengutak-atik laptopnya sambil melamun sendiri. Malam ini sebenarnya sangat menyenangkan untuk jalan2 sekaligus refreshing. Tapi, karena sendirian dan stres, Donghae memilih menyendiri di kamar hotelnya, berkutat dengan laptop kesayangannya, sambil mendengarkan lagu2 yg ada di mp3-nya. Ia lebih memilih itu, daripada jalan2 tidak jelas, apalagi ke bar2 untuk minum. Terlebih dia adalah orang baru di negara ini. Ia tidak terlalu tahu jalan2 di Bangkok. Masalah Krystal dengan perusahaan Only Drank Wine Company-nya benar2 membuatnya pusing. Tiba2 saja mereka menawarkan perusahaannya untuk menjadi partner kerja sama mereka. Padahal mereka dulu menolak presentasinya. “Dasar plin-plan.” gerutunya. Setelah menutup laptopnya, Donghae pun merebahkan tubuhnya ke tempat tidur. “Mungkin ke Amerika dapat membuatku melupakan Yoona. Yah, aku bisa semakin menjauhkan diri darinya.” ujar Donghae sambil menyunggingkan senyumnya.

“Mwo? Kau ke Amerika dengan Krystal?” tanya Eunhyuk dengan suara lantang di telepon. “Aish! Bisakah kau berhenti berteriak tidak jelas seperti itu? Bisa2 gendang telingaku pecah nanti.” gerutu Donghae. “Ah, ne. Baiklah. Tapi apakah benar berita itu?” tanya Eunhyuk dengan suara yg lebih pelan. “Hmm, bagaimana ya? Ya, begitulah.” jawab Donghae seadanya. “Awas kau ya kalau macam2 dengannya!” ancam Eunhyuk. “Kau cemburu sekali. Jelas2 kau kan hanya mantan kekasihnya. Ups!” ujar Donghae keceplosan dan setelah itu ia langsung menutup mulutnya. Eunhyuk pun diam seketika tak menjawab Donghae. “Eunhyuk? Gwechana?” tanya Donghae khawatir. Bukannya menjawab, Eunhyuk malah menutup teleponnya. Donghae hanya mendesah pelan.

“Ah, menyebalkan sekali sih dia! Bisa tidak sih, Donghae tidak mungucapkan “mantan kekasih Krystal” didepanku?” gerutu Eunhyuk sambil mengaduk susu strawberry yg ia pesan dengan tidak nafsu. Sekarang ia sedang di cafe dekat kantor, setelah 3 hari berlibur, ia tidak diijinkan kembali ke Thailand karena suatu urusan. Makanya ia kembali bekerja seperti biasa di Korea. Ia melihat sekeliling, tiba2 matanya menangkap 2 orang sedang bercengkrama, sepertinya ia kenal. Matanya menyipit untuk memfokuskan pandangannya. Ternyata itu Yesung dan Yoona. Ia tersenyum evil. Entah apa yg direncanakannya. “Yesung-ya, Yoona-ah!” teriaknya. Untung pelanggan cafe disana tidak terlalu ramai. Jadi, ia tidak jadi bahan gunjingan. Pelanggan yg menatapnya juga terlihat masa bodoh. Sedangkan 2 orang yg dipanggil terlihat mencari sumber suara tersebut. “Ah, Eunhyuk-ya. Kau disini rupanya.” jawab Yesung. Eunhyuk beranjak mendekati meja mereka, sambil membawa gelas susu strawberry-nya. “Boleh aku bergabung?” tanya Eunhyuk. “Tentu saja.” jawab Yesung. Sedangkan Yoona hanya tersenyum manis. Eunhyuk mengambil tempat duduk disebelah Yesung.

“Katanya kau akan tinggal di Thailand selama sebulan? Baru sepuluh hari kau sudah pulang?” tanya Yesung memulai. “Ya, aku ingin pulang saja. Sebenarnya aku dan Donghae diberi libur 3 hari. Tapi ketika aku akan kembali ke Bangkok, presdir menahanku. Akhirnya, aku kembali bekerja disini seperti biasa.” jawab Eunhyuk dengan nada kecewa. “Lalu Donghae? Donghae tidak ikut?” tanya Yesung lagi. Entah kenapa ketika nama Donghae didengar, Yoona sangat begitu antusias. Eunhyuk yg menatapnya hanya tersenyum. Sementara Yesung tak melihatnya, ia terlalu fokus dengan jawaban yg akan diberikan Eunhyuk, sama dengan yg dirasakan Yoona. “Donghae tidak mau pulang. Apalagi setelah ditawari projek ke Amerika.” jawab Eunhyuk. “Ke Amerika?” gumam Yoona, namun di dengar Eunhyuk. “Iya, ke Amerika. Dia pergi sendirian. Hanya dengan wakil perusahaan yg bekerja sama dengan kita, Krystal. Huh, kalau begitu aku menuruti Donghae untuk tidak pulang kesini. Dia kan yg untung, bisa pergi bersama dengan Krystal. Hanya berdua. Benar2 menyebalkan.” gerutu Eunhyuk, dia malah curhat. Dan ternyata yg perasaan Eunhyuk juga dirasakan oleh Yoona.

Gurat kecemburuan kepada Donghae tiba2 muncul dihati Yoona. Namun, Yoona segera berusaha menepis perasaan itu dengan memukul2 kepalanya, kemudian menghembuskan nafas sambil memonyongkan bibirnya lalu menggeleng2kan kepalanya. Yesung dan Eunhyuk yg melihat tingkah konyol Yoona pun menjadi heran. “Kau kenapa?” tanya Yesung. “Ah, aniyo. Gwechana. Hmm, Eunhyuk-ssi, apa kau juga akan menjemputnya di Amerika dalam waktu dekat ini?” tanya Yoona mengalihkan pembicaraan. “Mungkin tidak. Hanya .. aku akan terus menelponnya untuk menanyakan kabar Krystal. Hahahaha.” jawab Eunhyuk dengan tawa yg dipaksakan.

“Untuk apa kau memanggilku kemari?” tanya Donghae malas. “Hanya untuk memberikan passport, visa dan surat2 lain.” jawab Krystal sambil memberikan map. Donghae pun terkejut. Biasanya passport dan surat2 seperti itu perusahaanlah yg memberikannya, kenapa tiba2 Krystal yg notabene dari perusahaan lain? “Tadi atasanmu yg memberikannya. Katanya kemarin ia lupa memerikan ini kepadamu. Jadi, ia memintaku untuk memberikannya.” jawab Krystal seolah dapat membaca pikiran Donghae. “Oh, ya. Kau berangkat bersamaku senin malam. Ini tiketnya.” ujar Krystal lagi. “Gomawo.” jawab Donghae singkat. “Yasudah, kalau begitu aku pulang dulu. Annyeong.” kata Krystal sambil berlalu meninggalkan Donghae yg sedang memeriksa data2 yg ada di map tersebut.

“Awan yg indah.” batin Donghae ketika melihat awan dari pesawat. Seperti biasa, dengan memasang earphone-nya, ia mendengarkan lagu2 mp3 yg ia sukai. Disampingnya ada Krystal yg membaca buku tentang bisnis. Entah apa judulnya. “Kau suka membaca buku?” tanya Donghae basa-basi sambil melepaskan earphone-nya. “Hmm.” jawab Krystal mengagguk. “Oh, ya. Bagaimana hubunganmu dengan Minho?” tanya Donghae to the point. “Ah, biasa saja. Tidak ada yg istimewa.” jawab Krystal sambil menghentikan membaca bukunya. “Apa dia tidak memarahimu saat memenangkan perusaan kami?” tanya Donghae lagi. “Memangnya dia siapa? Dia hanya namjachingu-ku. Dan dia bukan tipe pemarah seperti itu.” jawab Krystal. “Oh, kukira.” ujar Donghae mengerti. “Oh, iya. Hyuk Jae, dia sudah mempunyai yeojachingu?” tanya Krystal. “Belum. Memangnya kenapa?” tanya Donghae. “Lalu yg bersama Hyuk Jae di pesta pernikahan Yesung dan Yoona itu siapa?” tanya Krystal lagi. Bingo! Donghae harus jawab apa? Yg bersama Eunhyuk di pesta pernikahan Yesung dan Yoona itukan dirinya. “I-itu, itu teman dekatnya. Namanya Aiden Lee. Ia meminta Aiden untuk menemaninya di pernikahan Yesung.” jawab Donghae berbohong. “Cantik ya? Dia sangat cocok dengan Hyuk Jae. Apalagi saat berfoto bersama.” ujar Krystal. Donghae hanya terdiam. Namun, sesaat kemudian ia menjawab dengan pelan setengah berbisik.

“Sebenarnya dia berbuat seperti itu karena ingin mencemburuimu.” bisik Donghae sambil sedikit tertawa. “Mwo? Hahahahahaha.” ucap Krystal sambil tertawa terbahak-bahak. Ia benar2 terkejut dengan pernyataan Donghae tadi. “Ssstt! Ini di pesawat. Jangan berisik.” ujar Donghae menenangkan. “Ahahaha mianhe. Tapi bukankah dia yg memutuskanku? Kenapa dia yg cemburu?” tanya Krystal sembari masih tertawa namun lebih pelan dari sebelumnya. “Kau tahu kenapa dia memutuskan hubungan kalian?” tanya Donghae. Krystal hanya menggeleng pelan, selama ini dia tidak diberitahu alasan kenapa Eunhyuk memutuskan hubungan mereka. “Karena dia sudah tau hubunganmu dan Minho, bahkan dia pernah melihat kalian berciuman.” jelas Donghae yg membuat Krystal terdiam membisu. Jadi selama ini Eunhyuk sudah tau semuanya? Kenapa Eunhyuk tak mengatakannya? Alasan yg Eunhyuk katakan hanya karena mereka tidak cocok. “Jadi, Hyuk Jae sudah tau semuanya?” tanya Krystal. “Hmmm. Sebenarnya Eunhyuk menyuruhmu untuk tidak menceritakannya kepadamu. Tapi, kau pasti masih penasaran kan?” ujar Donghae. “Jadi, aku telah menyakitinya? Ya, Tuhan.” batin Krystal lemas. “Pikir baik2.” kata Donghae terlihat menasehati. Krystal tak mengerti maksud Donghae dan ingin menanyakannya. Tapi Donghae segera memasang earphone-nya dan membuang muka dan beralih menatap jendela. Membuat Krystal menunduk kesal dan beralih membaca bukunya.

“Saatnya tidur.” ujar Donghae sambil merebahakn dirinya ke tempat tidur. Saat ini dia sudah sampai di hotel. Denga earphone yg masih terpasang di telinganya, ia kembali melamun. Tentu saja melamunkan Yoona. Kemudian ia menyalakan handphone yg memang sengaja dimatikan agar tidak mengganggu penerbangan. Dengan wallpaper pembuka bergambar dirinya dan Yoona. Dia kemudian membaca pemberitahuan telepon. Ternyata ada 2 panggilan tak terjawab dan semua dari Eunhyuk. Tiba2 Eunhyuk menelpon lagi. “Yeobseyo?” sapa Eunhyuk di telepon. “Ada apa?” tanya Donghae. “Apa Krystal bersamamu?” tanya Eunhyuk. “Ani. Wae?” tanya Donghae. “Gwechana.” jawab Eunhyuk hampir menutup teleponnya tpi dicegah oleh Donghae. “Jangan itutup dulu.” cegah Donghae. Ia mendengar Krystal sedang menepon Minho. Karena kamar mereka bersebelahan. “Wae?” tanya Eunhyuk bingung. Tapi kemudian ia mendengar suara perempuan yg sedang menelpon. Ternyata Donghae dengan sengaja mendekatkan handphone-nya ke dinding yg berbatasan langsung dengan Krystal. “Bib.. bib.. bib.” suara handphone Donghae tiba2. Ternyata Eunhyuk telah mematikan teleponnya. Donghae hanya tertawa geli.

“Kita akan ke China?” tanya Yoona kepada Yesung. “Hmm, aku ada acara kantor disana. Sekalian menemui eonni-mu. Dia kan tinggal di China.” jawab Yesung. “Baiklah. Kapan kita akan kesana?” tanya Yoona lagi. “Hmmm. Kamis lusa.” jawab Yesung. “Yess!! Aku ke China bertemu kakakku!” teriak Yoona kegirangan. Dia meloncat2 berputar keliling ruangan. Yesung baru melihat Yoona seperti ini secara langsung. Dulu dia hanya mendengarnya dari Donghae. Yesung hanya bisa tersenyum melihatnya. Sangat lucu. “Kau…. mengerikan Yeobo-ya.” ujar Yesung geli. Mendengar pernyataan Yesung Yoona jdi malu. “Ehehe. Mianhe.” ucap Yoona sambil menunduk karena malu. “Gwechana. Emm, ngomong2 makan malam kita apa?” tanya Yesung mengalihkan perhatian. “Hmmm. Apa ya? Aku ingin pizza, tapi aku tak bisa membuatnya.” jawab Yoona. “Baik. Kita akan membelinya, sekalian jalan2.” jawab Yesung. “Jinja. Gomawo oppa!” jawab Yoona senang.

Hari ini benar2 melelahkan. Padahal ini adalah hari pertama Donghae bekerja. Harus mejalani penandatangan kontrak, pemilihan tempat, artis dan kontrak dengan artis tersebut lalu kostum yg pas dan masih banyak lagi. Huh, dan sejak kapan Donghae menjadi sering memasang earphone di telinganya? Entahlah, yg jelas saat ini ia sedang ingin mendengarkan earphone sambil mengelilingi kolam renang yg ada di hotel di malam hari. “Hmm, berenang disini terlihat menyenangkan. Dingin tidak ya?” gumam Donghae. Ia melepaskan earphone dan pakaian dalam bagian atas. Dan “Byur!”. Donghae melesat dengan renang gaya bebasnya. Donghae memang ahli dalam berenang. Mungkin dalam berenang ia bisa mengeluarkan semua emosi yg dipendamnya. Setelah puas berenang mengelilingi kolam renang selama lima belas menit, ia kemudian beranjak keluar dari kolam renang dan menggunakan handuk kimono yg disediakan. “Hmm, cukup memuaskan.” jawab Donghae pergi meninggalkan kolam renang tersebut.

“Kau sudah bersiap2?” tanya Yesung sambil meletakan barang2nya ke dalam mobil. “Hmm.” jawab Yoona mengangguk. Yoona kemudian menyusul Yesung yg sudah ada di samping mobil. “Huft!” desah Yoona sambil menggembungkan pipinya. “Ada apa?” tanya Yesung. “Gwechana.” jawab Yoona. Yesung kemudian mempersilahkan Yoona untuk masuk ke dalam mobil. “Gomawo.” ujar Yoona Yoona senang. “Hmm, ne! Cheonma, yeobo-ya.” jawab Yesung sambil tersenyum manis. Mereka lalu mengendarai mobil sampai bandara.

“Aku akan menelpon umma terlebih dahulu.” ujar Yoona. “Hmm, itu lebih bagus.” jawab Yesung. Setelah bercakap2 dengan ibunya, Yoona pun secara tak sadar melamun, ia kemudian melihat sekitar bandara. Matanya kemudian menangkap sepasang kekasih. Kekasih yg sepertinya sedang mengalami perpisahan. Ia kemudian menajamkan indra penglihatan dan pendengarannya untuk mengamati pasangan kekasih tersebut. “Chagiya, kau benar akan berpisah denganku?” tanya sang namja. “Mianhe oppa. Aku, aku benar2 tak bisa berbuat banyak. Orang tuaku menyuruhku untuk pindah ke Inggris untuk kuliah. Tapi aku janji, aku pasti akan kembali setahun sekali.” jawab sang yeoja. “Kau berjanjikan?.” ujar sang namja terlihat gembira dalam kesedihannya. Sang yeoja tak menjawab namun ia menggangguk sambil tersenyum. “Kalau begitu hati2 ya. Kau jangan macam2. Aku disini menunggumu chagi.” ucap sang namja sambil mengecup dahi sang yeoja. “Oppa juga jangan macam2. Bisa2 ketika aku kembali, oppa malah sudah bersama yeoja lain.” jawab sang yeoja sambil memasang muka masam. “Tidak mungkin chagi. Kau ini bisa saja. Hmm, kalau begitu akan kuberikan sesuatu untuk kenang2an.” ujar sang namja. “Jinja? Ige mwoya?” ujar sang yeoja penasaran.

“Tutup matamu.” jawab sang namja. Sang yeoja kemudian menutup matanya dan sang namja memasangkan seuntai kalung berbentuk gembok di leher sang yeoja. “Buka matamu.” pinta sang namja. Sang yeoja membuka matanya dan terkejut dengan seuntai kalung yg terpasang manis di lehernya. “Wah, gomawo oppa!” ujar sang yeoja takjub. “Punyamu berbentuk kunci dan punyaku berbentuk kunci. Artinya kita saling mengikat. Kau tak bisa membuka hatimu untuk orang lain dan aku pun tak bisa berpindah hati ke orang lain. Arraseo?” jelas namja itu. Sang yeoja mengangguk dengan semangat kemudian ia beranjak pergi meninggalkan sang namja karena operator bandara sudah memberitahukan bahwa penerbangan Korea-Inggris akan dilaksanakan. Tak lupa sang namja mengecup dahi sang yeoja lagi sebelum sang yeoja pergi. “Jebal, jangan lupakan aku ya?” pinta sang namja. Namun sang yeoja tak menjawab kemudian pergi meninggalkan sang namja yg berdiri sambil melambaikan tangan. Semua yg dipandang Yoona tadi mengingatkannya kepada Donghae lagi. Tanpa sadar ia meraba lehernya untuk mencari kalung pemberian Donghae dulu. “Kenapa tidak ada?” ujar Yoona terkejut. Ia lupa kalau ia sudah mengembalikannya pada Donghae. Padahal ia sudah berjanji pada eonni-nya bahwa ia tak akan melepaskan kalung itu walaupun sudah menikah dengan Yesung. Yoona pun mendesah pelan, menyesali tindakannya dulu. “Pasangan kekasih tadi romantis ya?” tanya Yesung mengagetkan Yoona. Ternyata Yesung tahu jika Yoona daritadi mengamati pasangan kekasih tersebut. Yoona pun hanya tersenyum kecut.

Hari kedua Donghae di Amerika. Jadwal hari ini tidak terlalu padat. Jadi Donghae bisa menghabiskan sisa waktu lenggang untuk berjalan2 disekitar hotel yg ia tempati pada sore hari. “Hmm, sore yg menyejukkan. Baru tahu aku kalau di Amerika terdapat suasana seperti ini.” gumamnya. Tiba2 handphone-nya berdering. Ternyata itu adalah telepon dari Eunhyuk. “Huft, mengganggu saja.” batin Donghae, tapi ia tetap mengangkat teleponnya. “Yeobseyo?” sapa Donghae. “Yeoseyo, apa kabarmu?” tanya Eunhyuk. “Tumben kau menanyakan kabarku. Biasanya kau langsung bertanya tentang Krystal.” jawab Donghae. “Ku tanya kabar malah begitu. Ya sudah bagaimana kabar Krystal?” ujar Eunhyuk agak kesal. “Seperti kemarin, baik2 saja.” jawab Donghae. Namun matanya tergerak untuk meihat sesuatu. Sepasang kekasih, yg sedang bertengkar. “Krystal? Minho?” bantin Donghae pelan.

Categories: By: Evil | 1 Komentar

You’re My Endless Love Season 2 Eps 10

Walaupun sudah sudah berusaha semampunya untuk memejamkan mata, Donghae sama sekali tidak bisa melakukannya. Ia selalu teringat akan mimpi tadi dan omongan Eunhyuk. “Apakah itu benar2 akan terjadi? Rasanya tidak mungkin. Tapi aku sangat takut.” ujarnya sambil bangun dari tempat tidur. Ia pun memutuskan untuk bekerja didepan laptopnya lagi. Siapa tahu ia akan kelelahan dan akhirnya tertidur? Semoga saja.

Yoona benar2 bingung dengan Yesung. Dia benar2 tidak berniat menyentuh Yoona sama sekali. Padahal mereka sekarang sudah menjadi suami istri. Bahkan tadi malam setelah Eomma Yesung pulang, Yesung langsung beranjak ke tempat tidur dan memejamkan mata. Yoona pun tidak mungkin memulai untuk berbicara seperti itu. Ia belum terbiasa dengan situasi yg ia jalani seperti ini. Atau.. mungkin dia takut untuk melakukannya? Entahlah, Yoona juga tidak tahu apa yg dirasakannya sekarang. Lalu apa yg dirasakan Yesung itu sama dengannya? Hanya waktu yg akan memberi tahu semuanya.

“Ya! Bangun! Sudah berapa jam kau tertidur ditemani oleh laptop yg menyala seperti ini?” teriak Eunhyuk membuat Donghae terkejut dan langsung membuka matanya lebar2. Dibelakangnya ada seorang namja yg sudah bersiap rapi dengan memakai jas abu2 dengan dasi hitam pekat yg tak lain adalah Eunhyuk. Sedangan Donghae? Mandi saja belum. “Huh? Kau rupanya? Ah, berisik sekali.” jawab Donghae kesal. “Ini sudah pagi!” bentak Eunhyuk. “Dan, ini pemborosan! Kau menyalakannya lebih dari 2 jam!” tambah Eunhyuk dengan suara yg masih keras. “Arggh! Iya, aku akan mematikannya. Ini jam berapa sih?” tanya Donghae acuh tak acuh. Mungkin karena ia masih mengantuk sebab tadi ia baru bisa tidur satu jam setelah ia berkutat dengan benda yg ada di depannya itu. “Ya! Eunhyuk-ssi, sabarkan dirimu okey?” ujar Eunhyuk pada dirinya sendiri sambil mengelus2 dadanya. “Ini jam … 7 pagi!!!” teriak Eunhyuk seraya menekankan kata2 “7 pagi” ditelinga Donghae. “Ah, jinja? Baiklah aku mandi dulu.” ujarnya cepat kemudian lari ke kamar mandi seraya mengambil handuk dan perlengkapan mandi lainnya. Laptopnya pun masih belum dimatikan. “Oh, ya! Jeball, matikan laptopku ya?” pinta Donghae ketika sudah sampai di kamar mandi. “Ah! Kenapa harus aku yg melakukan semuanya? Donghae paboya!” gerutu Eunhyuk sambil menekan beberapa tombol dan menggerakkan mouse untuk mematikan laptopnya.

“Oppa! Aku punya masakan baru! Kau belum mencobanya kan?” tanya Yoona sambil menyodorkan seporsi makanan buatannya kepada Yesung. “Baiklah aku coba ya?” tanya Yesung. Yoona mengangguk senang. Yesung pun mulai mencicipinya. “Hmmm, lumayan. Kenapa kau tidak menghidangkannya tadi malam?” tanya Yesung heran. “Aku hanya takut kalau masakanku ini tidak enak. Kan yg memakannya bukan hanya kita saja. Ibumu juga. Mianheyo.” ujar Yoona tampak menyesal. “Gwenchana. Aku makan ini dulu ya? Habis itu aku akan berangkat.” jawab Yesung menenangkan. “Oh ya, kau hari ini akan ke klinik tidak?” tanya Yesung lagi. “Mungkin. Tapi nanti siang saja. Aku sedikit malas.” jawab Yoona. “Ah, padahal pagi ini aku akan mengantarmu.” gerutu Yesung kecewa. “Ah! Jinja? Kalau begitu aku ikut!” ujar Yoona dengan semangatnya.

“Argghh, mengapa harus wine sih? Aku kan tidak ada ide iklan kalau wine.” keluh Donghae karena ia masih belum menemukan gagasan dipresentasikan dalam 2 hari lagi. “Cari saja di internet, “Wine”. Pasti ada.” jawab Eunhyuk. “Mungkin. Coba aku cari.” jawab Donghae. Yah, mungkin karena dari awal Donghae ke Thailand sebenarnya bukan untuk bekerja. Hanya untuk melupakan sejenak masalahnya di Seoul. Jadi, mengerjakan apapun menjadi tidak fokus, seperti sekarang ini. Sedangkan Eunhyuk, dia sangat semangat mengerjakan proyek ini. Alasannya apalagi kalau bukan Krystal? Ya, dia masih mencintai Krystal dan ingin mendapatkannya lagi dari Minho. Disamping takut atasannya di Korea akan memarahi mereka jika mereka kalah.

“Mengapa kemarin kau tak datang?” tanya eomma Yoona ketika Yoona sampai di klinik. “Ah, maaf umma. Aku malas kemarin.” jawab Yoon asal2an. “Yasudah, gwenchana. Oh ya, banyak hal yg harus kmu kerjakan sekarang.” ujar eomma Yoona sambil menunjuk beberapa map di pojok. “Sebanyak itu?” tanya Yoona terkejut. “Ne.” jawab eomma-nya dengan padat,jelas dan ringkas. Yoona pun dengan malas mengerjakannya. “Baru kesini. Eh, sudah diberi pekerjaan sebanyak ini.” gerutunya pelan, takut ibunya mendengar.

“Ah, ini dapat!” celetuk Donghae secara tiba2 memecah keheningan di ruangan mereka. Ruangan yg memang hanya didesain untuk 2 orang, Eunhyuk dan Donghae. “Ada apa? Kau mengganggu saja.” ujar Eunhyuk acuh tak acuh. “Tidak, hanya saja aku sudah menemukan gagasan untuk dipresentasikan besok.” jawab Donghae senang. Eunhyuk pun kembali menatap komputernya. “Ya! Ngomong2 data yang kuberikan kemarin kepadamu itu sudah dikerjakan belum?” tanya Donghae kepada Eunhyuk. “Ah, itu .. itu su-sudah kukerjakan. Hanya kurang sedikit saja.” jawab Eunhyuk gugup. Sepertinya dia berbohong. Donghae yg tidak puas dengan jawaban Eunhyuk pun beranjak dari kursinya menuju tempat Eunhyuk. Donghae pun terkejut ketika melihat di komputer Eunhyuk. Eunhyuk ternyata baru menyelesaikan seperpempat dari yg ia minta. Eunhyuk pun takut2 melihat Donghae. Donghae hanya menggeleng2 kesal. “Ternyata perjuanganmu hanya seperti ini? Ah, percuma saja aku susah payah membantumu.” ujar Donghae. Tampak menyindir, tapi Eunhyuk tak menyadarinya. “Maksudmu?” tanya Eunhyuk tak mengerti. “Kau tidak mengerti maksudku?” tanya Donghae balik. Eunhyuk pun berpikir sejenak. Tiba2 tatapannya berubah menjadi tajam penuh amarah kepada Donghae. Sepertinya dia mulai tahu maksud Donghae. “Kau!” ucap Eunhyuk kasar. Donghae yg takut pun kemudian lari kekursinya menghindari amarah Eunhyuk.

“Menikah dengan Yesung, apakah kau ingin mempunyai anak?” tanya ibu Yoona secara tiba2. “Ah, apa maksud eomma?” tanya Yoona tak mengerti, atau pura2 tidak mengerti. “Kau tidak mengerti maksud eomma?” tanya ibunya heran. “Entahlah eomma, aku juga tidak tahu.” jawab Yoona kemudian. “Tapi, pasti kau sudah melakukannya 3 hari ini kan?” tanya ibunya lagi. “Huh?” tanya Yoona balik. “Ah, jinja. Kau belum melakukannya sama sekali?” tanya ibunya heran. Yoona hanya menggeleng. “Betah sekali suami-mu itu.” gumam ibunya. “Dan kau, apakah kau tidak mengatakan sesuatu untuk melakukannya?” tanya ibu Yoona lagi. “A-aku, aku tak bisa memulainya terlebih dahulu. Lagipula aku juga belum siap eomma.” jawab Yoona blak2an. “Benar2 yeoja ini.” gumam ibunya sambil geleng2 kepala.

“Rapat dengan direksi klien dan direksi Kongji 2 hari lagi. Kita belum apa2, besok file2 ini harus dikumpulkan dengan atasan. Aku baru mengerjakan setengahnya. Ini sudah malam, apa kita akan lembur?” keluh Eunhyuk panjang lebar. “Kau baru setengahnya? Aku juga sudah hampir selesai.” jawab Donghae dengan bangganya. “Kalau begitu, tolong bantu kerjakan punyaku.” ujar Eunhyuk seenaknya. “Shireo! Kita kan sudah mendapat porsi sendiri2.” tolak Donghae. “Alah, kau ini. Kita kan sahabat.” rayu Eunhyuk. “Memangnya harus?” tanya Donghae. “Ah, sudah selesai. Aku mau pulang.” ucap Donghae lalu beranjak meninggalkan Eunhyuk. “Ya! Kau benar2 mau meninggalkanku? Ah, kau jahat. Tidak setia kawan. Walau kau tidak mau membantuku. Tapi paling tidak, kau mau menemaniku.” gerutu Eunhyuk. “Ah, baiklah. Tapi aku lapar. Aku ingin makan.” jawab Donghae. “Aku dibelikan ya?” pinta Eunhyuk. “Baiklah.” jawab Donghae acuh tak acuh.

“Oppa, ada yg ingin aku katakan. Boleh aku mengatakannya sekarang?” tanya Yoona. Sebenarnya Yoona tak mau mengatakannya, tapi sepertinya ia memang harus mengatakannya, mau tak mau. “Kau mau bicara apa?” tanya Yesung acuh tak acuh. Ia ingin segera tidur. “Tadi, eomma tanya kapan kita merencanakan untuk mempunyai anak.” jawab Yoona blak2an. Yesung pun terkejut. “Eomma menyuruhmu?” tanya Yesung balik. “Entahalah, tapi tadi dia juga menanyakan apa kita sudah melakukannya.” jawab Yoona lagi. Mungkin sekarang memang saatnya ia mengungkapkan pertanyaan yg bercongkol di hatinya. Yesung hanya tersenyum menanggapinya. Entah senyum setuju atau tidak. Yoona pun bingung. “Apa ada yg salah? Apa aku terlalu lancang oppa?” tanya Yoona lagi. “Tidak, itu pertanyaan biasa pada hubungan suami istri. Hanya saja, aku belum siap. Aku ingin kita jalani seperti biasa.” jawab Yesung kemudian. Yoona pun menggangguk mengerti.

“Gomawo makanannya.” ujar Eunhyuk berterima kasih kepada Donghae. Kemudian ia melanjutkan pekerjaannya lagi. Sementara Donghae memilih menunggu Eunhyuk sambil memasang Headset ditelinganya, lalu menyetel MP3-nya. Kebetulan lagu yg diputarnya adalah Westlife – If I Let You Go, yg pas dengan suasana hatinya saat ini. “But if I let you go, I will never know, What’s my life would be..” terngiang2 di telinganya, mengingatkannya kepada pujaan hatinya, Yoona. Entah apa yg ia lakukan saat ini. Tiba2 terlintas dalam pikirannya. Padahal pikiran seperti itu sudah susah payah dikuburnya. Kembali muncul dengan mudahnya saat mendengar lagu ini. Dilanjutkan dengan lagu dari Cho Eun – Sad Love Song. “Neomu bogo sipeunde, Jongmal bogo sipeunde..” . Hey! Playlist lagu di MP3-nya mengapa sebagian besar lagu galau? Donghae kan sedang tidak ingin bersedih hati. Segera dieditnya playlist lagunya, lalu diputarnya kembali. Lagu Just The Way You Are dari Bruno Mars sekarang. “When I see your face, Theres not a thing that I would change …”. Yah, walaupun lagu ini sama saja mengingatkannya kepada Yoona lagi, tapi setidaknya ini bukan lagu sedih. Jadi, ia bisa mendengarkannya sambil menunggu Eunhyuk yg masih berkutat dengan komputer.

“Oppa, kau hari ini ada pekerjaan?” tanya Yoona. “Tentu ada, tapi aku akan pulang lebih awal. Memangnya ada apa?” tanya Yesung balik. “Tidak, hanya saja aku ingin jalan2.” jawab Yoona. “Baik, kau ingin kemana?” tanya Yesung ramah. “Aku tidak tahu. Yang penting jalan2.” jawab Yoona plin-plan. “Dasar kau ini, yasudah nanti aku antarkan kau kemanapun.” ujar Yesung sambil tertawa kecil. Yoona tidak ke klinik hari ini. Ia mungkin akan menyelesaikan pekerjaan klinik di rumah. Karena ia tahu, ia pasti akan ditanyai hal seperti kemarin lagi oleh ibunya. Jadi, Yesung pergi sendiri. Setelah mengecup dahi Yoona, Yesung berpamit pergi. Sungguh romantisnya keluarga kecil ini.

“Hey, kau tahu tidak? Katanya pertemuan dengan klien akan diundur!” ujar Eunhyuk heboh. “Diundur? Bukannya pertemuannya besok? Kalau diundur, berarti sekarang?” tanya Donghae terkejut. “Ne! Rapat akan dimulai 1 jam setelah makan siang selesai.” jawab Eunhyuk khawatir. Berarti ia harus mempercepat pekerjaan. Padahal sangat banyak file yg belum dikerjakan. “Bagaimana ini?” batin mereka berdua”Mengapa mendadak sekali?” tanya Donghae lagi. “Entahlah, tadi baru saja atasan memberitahuku.” jawab Eunhyuk. Mereka segera kembali menatap komputer untuk menyelesaikan pekerjaan mereka. Entah, akan selesai atau tidak, yg penting mereka sudah berusaha.

“Aku pulang.” sapa Yesung sambil membuka pintu. Ia sudah hapal password kuncinya. Jadi, ia tak perlu menunggu Yoona membukakan pintu untuknya. “Ah, oppa sudah pulang? Aku sudah siap2.” ujar Yoona sambil berjalan ke arah Yesung. “Apa sebaiknya kita makan siang dulu?” tanya Yesung. “Ah, baiklah. Tapi, aku belum menyiapkannya.” jawab Yoona sedikit menyesal. “Tenang saja. Aku bawa makanan kok.” hibur Yesung. Yoona pun senang dan segera menyiapkan alat makannya. Setelah itu mereka pun segera bersiap2. “Sekarang kita akan kemana?” tanya Yesung. “Pada musim semi seperti ini, mungkin sangat mengesankan bersepeda di sekitar sungai Han.” jawab Yoona. “Baiklah, mungkin disana ada penyewaan sepeda. Nanti kita bersepeda disana.” ujar Yesun setuju.

“Ah, aku ingin pulang saja.” ujar Eunhyuk dengan wajah kecewanya. Mereka telah kalah dalam bersaing tender dengan Kongji Company. “Yasudah, sana pulang. Tapi, aku ingin tetap disini. Kan kita hanya diberi istirahat 3 hari. Buat apa pulang?” tanya Donghae sambil merebahkan dirinya pada tempat tidur. “Lalu disini kita akan melakukan apa? Lebih baik pulang. Aku sudah rindu dengan Seoul, Heechul, Jessica, Yesung.” jawab Eunhyuk. “Lalu setelah ke kantor, disana kita dimarahi oleh Presidir Siwon? Lebih baik disini, aku ingin berlibur.” balas Donghae lagi. “Alah, bilang saja kau sedang tidak mau bertemu dengan Yoona kan?” sindir Eunhyuk, namun Donghae tidak memperdulikan karena ada suara di handphone-nya, sepertinya ada yg telepon. “Wah, Presedir Siwon! Bagaimana ini?” ujar Donghae khawatir. “Mwo? Presedir Siwon?” tanya Eunhyuk terkejut. Sudah ditebak pasti mereka akan dimarahi habis2an.

“A-annyeong haseo?” sapa Donghae hati2. “Annyeonghaseo? Aku dengar kalian baru saja kalah tender dengan Kongji Company, apakah itu benar?” tanya Siwon. Donghae pun takut bukan main, ia bingung menjawabnya. “Ah, itu .. itu benar. Maafkan kinerja kami yg kurang baik.” jawab Donghae seadanya. “Oh, begitu ya? Memang ada alasan apakah sehingga kalian kalah?” tanya Siwon lagi. “Itu- itu mungkin karena waktunya yg mendadak, sebab atasan kami disini baru mengabarkan kalau rapat dengan klien tadi pagi. Padahal jadwal sebenarnya, rapat dengan klien akan dilaksanakan besok.” jelas Donghae panjang lebar, sebenarnya Donghae agak gugup waktu menjelaskannya. “Oh, kalau begitu baiklah. Aku akan bicara dengan atasan kalian itu. Annyeong.” jawab Siwon lalu menutup teleponnya. Donghae pun lega.

“Bersepeda disini sangat menyenangkan ne oppa?” ujar Yoona sambil memegang baju Yesung erat. Ia terpaksa membonceng Yesung, karena sepeda disana hanya tersisa satu buah. Padahal rencana mereka adalah meminjam 2 sepeda lalu bersepeda bersama. “Ne. Suasana sangat menyejukkan dengan bunga2 yg sedang bermekaran di musim semi seperti ini.” jawab Yesung. Mereka kemudian sampai di apartemen Donghae yg dulu terbakar. “Kau tahu tidak kalau ini apartemen Donghae?” tanya Yesung. “Ah, ne. Aku tahu.” jawab Yoona acuh tak acuh. Entah mengapa suasana hati Yoona menjadi muram ketika dirinya diingatkan hal2 tentang Donghae. Kemudian, mereka sampai di taman belakang apartemen. Masih indah, apalagi dengan bunga2 yg bermekaran. Namun suasana hati Yoona entah mengapa menjadi berkebalikan dengan suasana sekitar. Mungkin taman yg mereka lewati saat ini adalah taman yg dibuat Donghae untuk Yoona. Dan Yesung belum mengetahuinya. Ia malah sengaja berhenti disitu untuk melihat keindahan tamannya. “Indah sekali, siapa ya yg membuatnya?” tanya Yesung. Suasana hati Yoona semakin taak karuan. Bukannya menjawab pertanyaan Yesung, ia malah membujuk Yesung untuk segera pergi dari taman itu. “Oppa, ayo kita lihat2 lagi taman yg lain, mungkin masih ada yg lebih indah daripada disini.” pinta Yoona. Dengan kecewa Yesung menuruti permintaan Yoona. Mereka pun kembali bersepeda mengelilingi bagian yg lain.

“Kau mau ikut tidak?” tanya Eunhyuk sambil membawa barang2nya. “Tidak, aku malas ke Seoul.” jawab Donghae. “Tapi setidaknya kau mau mengantarku ke bandara. Membantuku membawa barang2ku ini.” pinta Eunhyuk. “Astaga! Barang2 yg kau bawa banyak sekali? Kau kan hanya di Seoul selama 3 hari.” ujar Donghae terkejut melihat barang2 yg dibawa Eunhyuk. “Oh ya juga. Berarti aku harus mengurangi barang2ku begitu?” tanya Eunhyuk dengan polosnya. “Terserah kau saja.” jawab Donghae acuh tak acuh. Kemudian Eunhyuk mengurangi barang2nya. “Kau jadi mengantarku kan?” tanya Eunhyuk. “Shireo.” jawab Donghae singkat. “Ayolah, sekalian. Daripada kau disini. Mungkin habis mengantarku kau bisa jalan2.” bujuk Eunhyuk. “Oke, baiklah.” jawab Donghae akhirnya.

“Ah, lelah sekali habis mengantar Eunhyuk ke bandara. Baiknya aku tidur saja.” ujar Donghae. Sekarang dia sendirian di Bangkok. Apakah dia akan kesepian? Tapi kan hanya 3 hari. Paling tidak ia akan mencoba benar2 hidup sendirian tanpa seseorang yg menemaninya. Namun, entah mengapa ia malas untuk tidur. Akhirnya, ia pun memilih mendengarkan musik lewat Headphone-nya, dan kali ini Donghae sengaja memasukkan lagi lagu2 galau seperti If I Let You Go dari Westlife dan Sad Love Song dari Cho Eun. Malam2 seperti ini memang pas untuk mendengarkan lagu seperti itu. Ditambah dengan melihat pemandangan kota Bangkok. Rasanya pas sekali. Pas untuk memikirkan pujaan hatinya yg telah menjadi milik orang lain, Yoona. “Hmm, sedang apa ya Yoona disana?” batin Donghae. Tanpa disuruh, air matanya keluar dengan sukses melewati pipi Donghae. Setelah menyadari ada airmata di wajahnya, Donghae segera menyekanya. “Sampai saat ini, aku belum bisa melupakanmu.” ujar Donghae pelan.

Namun, tiba2 terdengar bel dari luar pintu mengganggu kedamaian yg Donghae rasakan, walaupun ia sedang memakai headset. “Ah, nuguya? Mengganggu saja.” ujar Donghae malas. Dengan malas pula ia beranjak dari tempatnya berdiri untuk membukakan pintu. Tapi, siapa yg mau bertamu malam2 seperti ini? Walau belum terlalu larut, tapi tidak bisakah ia datang besok? Itukan lebih sopan. “Krystal?” gumam Donghae terkejut.

eunhyuk donghae

eunhyuk donghae

donghae yoona yesung eunhyuk

donghae yoona yesung eunhyuk

yesung yoona

yesung yoona

yesung yoona donghae

yesung yoona donghae

Categories: By: Evil | 3 Komentar

You’re My Endless Love Season 2 Eps 9

Donghae hanya bisa menelan ludah ketika melihat tingkah Yoona. Apalagi di depan Yesung. Ia jadi tidak enak. Yoona malah memeluknya semakin erat. Donghae takut2 melihat Yesung. Yesung yg juga terkejut hanya bisa tertunduk menahan kecemburuannya. Apa ia akan melakukan pemukulan terhadap Donghae lagi? Tidak mungkin bukan? Apalagi ini di bandara, tempat umum. “Y-yoon, sudah. Aku tak bisa bernafas.” ujar Donghae berusaha melepaskan pelukan Yoona secara pelan. Dengan terpaksa Yoona pun melepaskannya. “Oppa, baik2 ya disana?” pinta Yoona. “Tentu saja. Kau juga, jaga dirimu baik2 dan … patuhilah perintah Yesung sebagai suamimu.” jawab Donghae sambil tersenyum. Ia sebenarnya agak terpaksa mengucapkan kalimat terakkhir yg berhubungan dengan Yesung tadi. Dan setelah mendengar perkataan Donghae, Yoona menjadi merasa bersalah kepada Yesung. Dia melirik Yesung takut2. “Yasudah, kami berangkat dulu. Ceritakan padaku malam pertama kalian!” ujar Eunhyuk dengan pikiran yadong-nya yg sebenarnya hanya untuk menghibur Yesung. Yesung hanya tersenyum.

“M-mianhe oppa.” ujar Yoona takut2. Saat ini mereka sudah sampai di apartemen baru mereka. “Waeyo?” tanya Yesung pura2 tidak mengerti atau pura2 melupakan kejadian tadi. “Soal.. kejadian di bandara tadi.” jelas Yoona menunduk. “Gwenchana.” jawab Yesung singkat. Sebenarnya ia masih marah. Sampai2 sejak Eunhyuk dan Donghae meninggalkan mereka, Yesung tak berbicara satu kata pun kepada Yoona. Yoona menjadi semakin merasa bersalah. “Jeongmall mianheyo.” ujar Yoona berkali2, namun Yesung hanya tersenyum lemah seperti terpaksa. Kemudian Yesung beranjak ke kamar tidur. Lalu membaringkan dirinya di tempat tidur yg belum pernah dipakai itu. Wajar bila Yoona juga masuk ke kamar itu karena mereka suami istri. Yoona kemudian duduk di tempat tidur tersebut. “Oppa!” ujar Yoona manja. Yesung malah membalikkan badan dan pura2 tidur. Yoona akhirnya menyerah dan berbaring satu tempat tidur dengan Yesung. Namun, masih dibatasi sebuah guling.

“Ah, akhirnya kita sampai di kamar ini lagi.” ujar Eunhyuk di ketika sampai di kamar yg sama pada saat mereka di Bangkok kemarin. “Ne, kenapa setiap ke Thailand, kita selalu menempati kamar ini?” tanya Donghae heran. “Hmmm, tapi kan kita baru 2 kali kesini?” tanya Eunhyuk balik. “Benar juga. Hehehe.” ujar Donghae sambil menggaruk kepala yg tidak gatal. “Oh, ya. Aku lupa. Aku akan menanyai Yoona dan Yesung apakah mereka sudah melakukannya atau belum.” gagas Eunhyuk dan ia langsung memencet nomor handphone Yesung. “Annyeonghaseo, Yesung. Apa aku mengganggu?” sapa Eunhyuk di telepon. “Mengganggu apa maksudmu?” tanya Yesung tak mengerti. “Mengganggu kegiatanmu dengan Yoona. Ups! Apakah menyenangkan?” tanya Eunhyuk to the point.

Yesung sebenarnya terkejut. Apalagi ia masih belum siap untuk melakukannya. Akhirnya ia berbohong pada Eunhyuk. “Rasanya menyenangkan sekaligus menggairahkan, dia ternyata tahu step2 nya. Aku jadi kagum dengannya. Kukira dia hanya yeoja polos yg tidak tahu seperti itu. Sudah dulu ya? Aku akan melanjutkan ronde ke 2.” jawab Yesung panjang lebar lalu menutup teleponnya. Mendengar perkataan seperti itu, Yoona hanya bergidik ngeri. Ia hanya bisa menelaan ludahnya dan berharap semoga Yesung tak akan melakukannya. Bukannya ia tidak mau. Hanya saja, ia belum siap untuk melakukannya. Mata Yoona tertuju pada tindak tanduk yg dilakukan Yesung sekarang. Setiap gerakan mulai dari kaki, tangan hingga jari2 Yesung pun ia amati. Dan ternyata Yesung hanya menarik selimutnya dan berbalik seperti tadi. “Tenang saja. Aku tak akan melakukannya sekarang. Aku lelah. Aku hanya ingin tidur.” ucap Yesung sekaligus melegakan Yoona. Bukan hanya masalah Eunhyuk tadi, melainkan karena Yesung sudah mau bicara agak banyak padanya.

Walaupun sudah tengah malam, Donghae tetap tidak bisa tidur. Ia hanya memandangi bintang2 dilangit lewat jendela kamar hotelnya. Juga pemandangan kota Bangkok yg masih ramai lancar. Ia masih ingat kejadian di bandara Incheon tadi. Ya, pelukan yg mungkin menjadi pelukan terakhir sekaligus tersingkatnya dengan Yoona. Biasanya ia berpelukan dengan Yoona lebih lama dari pada tadi. “Seandainya saat ini Yoona masih menjadi milikku.” gumam Donghae berandai2. Tapi kemudian ia jadi ingat ekspressi Yesung saat cemburu tadi. Yesung masih marah tidak ya? Tapi bukankah Yesung dan Yoona tadi sudah melakukan “malam pertama”? Yg ia dengar dari percakapan Yesung dengan Eunhyuk tadi. Mana mungkin Yesung masih marah kalau sudah begitu. “Ya! Kau tidak tidur?” tanya Eunhyuk heran. “Aku tidak bisa tidur.” keluh Donghae. “Paksakan saja. Pasalnya, besok pagi kan kita sudah harus meeting perkenalan dengan pihak klien.” kata Eunhyuk menasehati. “Baiklah akan kucoba.” jawab Donghae sembari membaringkan badannya lalu mencoba memejamkan matanya.

“Oppa bangun. Mau mencoba masakanku?” tanya Yoona membangun Yesung lembut. “Emh, aku masih mengantuk, taruh saja disana.” jawab Yesung malas. Yoona masih khawatir kalau Yesung masih marah padanya. Ia sangat berharap, semoga Yesung melupakan kejadian kemarin. “Oppa masih marah?” tanya Yoona takut. “Hmm?” tanya Yesung mencoba membuka matanya lebar2. Terlihat Yoona dengan senyuman manisnya sedang membawa makanan untuk Yesung. “Makanlah oppa. Ini sudah pagi. Kau tidak bekerja?” tanya Yoona. “Baiklah. Yeobo-ya.” jawab Yesung sambil tersenyum. Sepertinya ia sudah melupakan kejadian tadi. Yoona agak terkejut ketika ia dipanggil yeobo. “Kau tidak mau kupanggil yeobo?” tanya Yesung mengambil sarapan yg dimasakkan oleh Yoona. “Te-tentu saja boleh. Aku milikmu sekarang. Kau bisa panggil apa saja yg kau mau. Aku hanya sedikit terkejut saja karena aku tidak pernah dipanggil seperti itu.” jawab Yoona dengan polosnya.

“Mwo? Klien kita Krystal?” tanya Eunhyuk melihat kedatangan Krystal di ruangan rapat. “Ne. Kau tahu perusahaan Only Wine Drank Company? Salah satu pemegang saham terbesar disana adalah ayah Krystal. Kamu sebagai mantan namja chingu-nya tidak tahu?” tanya Donghae.  Sebenarnya ketika Donghae mengatakan “mantan”, Eunhyuk agak tersindir. Tapi Eunhyuk tidak mau menunjukkannya kepada Donghae. Akhirnya, ia pun menggeleng lemah sebagai tanda tidak tahu. Rapat pun dimulai. Namun, diantara Eunhyuk maupun Krystal, tidak ada yg mau berpandangan satu sama lain. Hal itu membuat Donghae yg melihatnya menjadi ingin tertawa. Tapi karena keadaan diharuskan untuk tenang. Jadi, ia terpaksa menahan tawanya.

“Yoon, hari ini kau mau kemana?” tanya Yesung sebelum ia pergi ke kantor. “Ah, aku tidak tahu. Tapi yg jelas pagi ini aku tidak ke klinik.” jawab Yoona sambil membaca buku2 resep makanan. Entah sejak kapan ia senang membaca buku2 resep makanan seperti itu. Mungkin ia terlalu menuruti saran Donghae namun ia tidak menyadarinya. “Oh, ya Yoon. Mungkin nanti malam Eomma-ku akan datang kemari. Jadi kita harus bersiap2.” ujar Yesung singkat kemudian berlalu meninggalkan Yoona yg hanya mengangguk pelan. “Ah, arraseo.” jawab Yoona kemudian.

Selama rapat, Eunhyuk tidak memperhatikan pengarahan. Ia hanya memikirkan Krystal. Dan Krystal pun sepertinya juga sama. Sebagai sahabat, Donghae hanya menepuk2 pundak Eunhyuk. “Sabar, sabar.” bisik Donghae. Lalu Donghae kembali fokus ke pengarahan setelah sejenak melirik Krystal yg masih menunduk. “Apakah cinta akan tumbuh kembali diantara mereka? Semoga saja, aku tak tega melihat Eunhyuk seperti ini.” batin Donghae.

“Jika ia akan datang nanti malam, berarti persiapan harus aku lakukan sekarang. Eotteokhae? Apa yg harus aku lakukan?” tanya Yoona sambil mengelilingi ruang tengah. Karena tidak ada orang, jadi ia bebas melakukan apa saja di apartemennya. “Aha! Memasak!” seru Yoona gembira. “Tapi kan aku tidak bisa memasak.” gerutunya kemudian. Pada saat ia belajar memasak bersama Donghae, ia hanya diajari cara memasak Jjangmyeon dan Ddukbeokki oleh Donghae karena itu makanan kesukaanya. “Aku akan mencobanya. Kemarin saja berhasil ketika bersama Yesung.” ujar Yoona bangga.” Yka! Tapi apakah makanan kesukaan Eomma-nya? Kenapa aku tadi tidak tanya padanya? Ah, pabo sekali aku!” rutuk Yoona sambil memukul2 kepalanya. Ia pun mencoba menelpon Yesung.

“Ne, yeobo-ya? Waeyo?” tanya Yesung di telepon. “Kalau katamu aku harus bersiap2 apa?” tanya Yoona gugup. “Ah, kukira apa. Tak usah terlalu dipikirkan. Eomma tidak suka itu. Kau hanya perlu merapikan apartemen kita saja.” jawab Yesung sambil tersenyum. “Oh. Hmmm, tapi apakah perlu menyiapkan makanan?” tanya Yoona. “Boleh.” jawab Yesung singkat. “Makanannya apa?” tanya Yoona lagi. “Eomma-ku tidak punya makanan favorit. Kalau itu enak, pasti dia suka. Jadi, tak usah khawatir. Kau masak saja apa yg kau bisa.” jawab Yesung. “Oh, arraseo. Gamsahamnida atas sarannya.” jawab Yoona lalu menutup teleponnya. “Yes! Jadi, tak apa jika aku memasak Jjangmyeon dan Ddukbeokki.” ujarnya senang.

“Bagaimana rasanya bertemu mantan?” tanya Donghae setelah meeting. Tampak sekali bahwa Donghae sedang menyindir Eunhyuk. “B-biasa saja.” jawab Eunhyuk gugup berusaha menutupi yg sebenarnya, namun Donghae dapat mengetahui perasaan Eunhyuk yg sebenarnya. “Oh, aku percaya saja. Kamu kan sudah melupakannya bukan?” sindir Donghae lagi. Eunhyuk pun menatapnya tajam. “Aku benarkan?” tanya Donghae membela diri. Eunhyuk hanya mengelus2 dadanya. “Sabar Hyuk!” gumam Eunhyuk dalam hati.

“Ah, semuanya sudah siap. Gomawo yeobo-ya.” ujar Yesung. Karena malam ini eomma Yesung akan datang, jadi Yesung memilih pulang lebih awal untuk membantu Yoona mempersiapkan segalanya. “Kau juga membantuku.” balas Yoona sambil tersenyum. “Tapi tidak banyak, lebih banyak kau yg mengerjakan semua ini.” jawab Yesung merendah. Tiba2 terdengar bel. “Itu pasti Eomma.” tebak Yesung. Dan ternyata benar, setelah melihat cctv, diluar ada seorang wanita paruh baya yg tak lain adalah eomma-nya Yesung. Segera Yesung membukakan pintu untuk eomma-nya. “Annyeonghaseo.” sapa Yesung sambil membungkuk 90 derajat. Eomma Yesung kemudian membalas sapaannya sebelum akhirnya ia disuruh untuk masuk dan duduk di meja makan.

“Aku yakin pasti kita kalah tender.” ujar Donghae memulai. Saat ini ia sedang diterapi oleh Eunhyuk menggunakan alat yg kemarin diberikan oleh penerapi.  “Maksudmu?” tanya Eunhyuk tak mengerti.  “Kau lupa klien kita siapa? Krystal kan? Sedangkan lawan tender kita siapa? Kongji Company, kita sudah beberapa kali di adu dengan perusahaan itu. Aku heran mengapa Kongji juga membuka cabang di Thailand. Apa jangan2 Kongji ingin cari ribut dengan kita?”  jelas Donghae. “Memangnya kenapa kalau lawan tendernya Kongji? ” tanya Eunhyuk dengan polosnya. “Ya! Monyet! Kau puar2 bodoh atau memang bodoh sih? Kau lupa ya kalau pewaris saham perusahaan Kongji siapa? Minho Choi! ” jelas Donghae dengan emosi. “Dan aku pikir, Krystal lebih memilih pacarnya dari pada mantan pacarnya.” sindir Donghae yg membuat Eunhyuk emosi. Kemudian dengan sengaja Eunhyuk menyalah gunakan alat terapi sehingga membuat Donghae meringis kesakitan. “Au! Ya!  Lee Hyuk Jae! Itu sakit, menyebalkan sekali. Begitu saja marah.” gerutu Donghae. “Kau juga, kalau kusinggung tentang hubungan Yoona dan Yesung kau pasti marah.” balas Eunhyuk. “Iya juga kkk. Jadi, sesama org yg tersakiti jgn saling menyinggung. Heheheehe.” jawab Donghae sambil tertawa kecil dan menggaruk kepalanya yg tidak gatal.

Sambil makan malam bersama, Yesung, Yoona, dan Eomma- Yesung bercengkrama. “Ah, apa kalian sudah melakukannya tadi malam?” tanya Eomma-nya Yesung tiba2. Mereka berdua pun terkejut dan saling bertatapan. “Ehm, maksud eomma apa?” tanya Yesung pura2 tidak tahu. “Apa kau terlalu polos?” tanya Eomma-nya lagi, tampak menyindir. “K-kami sama sekali belum melakukannya. Tadi malam kami lelah dan langsung tidur.” jawab Yoona gugup. “Oh.” jawab Eomma, tampak kecewa. Beberapa lama kemudian, Eomma Yesung pamit pulang.

“Ah, sebenarnya aku malas mengerjakan proposal ini.” keluh Donghae. “Waeyo?” tanya Eunhyuk. “Entahlah, mungkin karena aku kurang percaya diri saja begitu.” jawab Donghae. “Ayolah! Kan kita jadi bisa mengalahkan perusahaan Kongji Company.” pinta Eunhyuk. “Dan membuat Krystal kembali padamu begitu?” sindir Donghae. “Ya! Bukan begitu maksudku. Hanya, eh, hanya saja kan kita dan perusahaan Kongji Company kan musuh bebuyutan. Dan terakhir kali melawan mereka kita kalah bukan?” jelas Eunhyuk gugup. “Tapi sayangnya malam ini aku sudah sangat lelah. Aku mau tidur dulu.” jawab Donghae sambil meletakkan kepalanya pada kedua tangannya yg sudah bersila di meja kerjanya dan memejamkan kedua matanya.

Suatu malam, di sebuah gang sempit, ada seorang pria berjas hitam pekat dengan membawa sebotol soju bernama Donghae. Dia berjalan mabuk tanpa arah tujuan. Kemudian ia bertemu sepasang suami istri bernama Yesung dan Yoona. Yesung adalah sahabatnya, sedangkan Yoona adalah mantan kekasihnya. Sebenarnya ia masih mencintai Yoona. Tapi ia harus menerima kenyataan bahwa Yoona dijodohkan dgn Yesung yg tak lain adalah sahabatnya sendiri.  “Ah, kita akhirnya bertemu lagi. Setelah lama aku di Thailand. Apa saja yg kalian lakukan? Apa kalian cukup bersenang2?” tanya Donghae sambil menepuk pundak Yesung. Yesung dan Yoona hanya bergidik ngeri. Pasalnya tatapan mata Donghae sangat sinis dan tajam, sepertinya diri mereka terancam. Donghae kemudian mengelilingi mereka berdua dengan tatapan tajam nan sinis-nya tadi. Sedangkan Yesung dan Yoona hanya membalas tatapan Donghae tadi dengan tatapan takut. “Ah, Yoong. Bagaimana keadaanmu dengannya? Ah, pasti baik2 saja. Yesung pasti menjagamu dengan baik. Karena dia sangat mencintaimu. Aku tahu itu.” ujar Donghae sambil memegani dagu Yoona. “Ya! Jangan sentuh dia!” bentak Yesung sambil menepis tangan Donghae. “Ah, tidak boleh ya? Padahal aku menyentuhnya dengan rasa sayang. Aku kan bicara dengan kalian secara baik2, mengapa kau membentakku? Apa jangan2 kau mau memukulku lagi? Apa karena kau suaminya begitu? Kau merasa memiliki semuanya dari Yoona?” tanya Donghae sinis. “Ne, memangnya kenapa?” tanya Yesung lagi. Dia tahu nyawanya terancam sekarang, tapi apa dia harus terus diam?

“Oh, begitu ya? Kalau begitu, apa aku boleh meminjamnya sebentar? Hanya satu malam?” pinta Donghae. “Tidak sebelum kau langkahi mayatku.” balas Yesung lagi. “Oh, apakah harus? Ayolah, kau sahabatku. Apakah kau benar2 ingin mempertahankannya habis2an? Ah, ya juga. Kau belum merasakan rasa sakit yg kurasakan. Eh, bukannya kau mencintainya sejak aku masih bersamanya ya? Aku lupa, kita sama brother! Jadi, apakah kau mau merubah perkataanmu yg tadi?” pinta Donghae dengan sangat lembut. Yesung dan Yoona terkejut. Ternyata Donghae sudah tahu sejak kapan perasaan Yesung pada Yoona tumbuh. “J-jadi kau sudah tau jika aku..” tanya Yesung yg terpotong dengan perkataan Donghae selanjutnya. “Tentu, bahkan sejak pertemuan pertama kalian di Cheonahn. Tatapan matamu padanya, ah aku tahu segalanya. Bukannya kita sahabat? Kau rela membuang image “Playboy” mu selama 3 tahun hanya untuk mendapatkannya. Yah, aku salut denganmu karena kau bisa merebutnya dariku walaupun dengan harus uang.” jelas Donghae masih dengan tatapan tajam sinisnya tadi. “Ya! Tutup mulutmu Hae! Aku bukan org yg seperti itu. Dan jgn menyebut dirimu dengan sahabatku lagi! Tindakanmu itu keterlaluan Hae!” bentak Yesung lagi.

“Waeyo? Aku hanya berbicara kan? Ah, pembicaraan kita ini terlalu menusuk dan menyudutkanmu ya? Tentu, hahaha. Tapi kan aku hanya mengeluarkan uneg2 ku. Uneg2 yg kutahan selama ini. Masak tidak boleh. Baik, sekarang kita tidak sahabat lagi. Jadi, kau tidak usah susah2 mencabut perkataanmu yg aku minta untuk cabut tadi. Karena aku dengan senang hati akan melakukannya.” jawab Donghae sambil mengeluarkan sesuatu dari sakunya. Betapa terkejutnya mereka ternyata yg dikeluarkan Donghae itu adalah sebuah pistol. Suasana semakin mencekam. Donghae biasanya tak seagresif ini jika melihat mereka berdua. Walaupun sudah menjadi rahasia umum jika Donghae sangat cemburu melihat mereka berdua seperti sekarang ini. Tapi ia selalu menanamkan pada dirinya bahwa cinta itu tak harus memiliki. Tapi mengapa Donghae menjadi seagresif ini? Apa karena ia sedang mabuk jadi ia tak dapat menahan emosinya. Atau mungkin karena ia sudah terlalu menahan banyak emosi sehingga ia tak dapat menahannya lagi.

“Sadarlah Hae! Yg kau lakukan itu berbahaya!” bentak Yesung sekali lagi. “Berbahaya? Kau takut? Hahaha, tenang saja, aku tak akan membunuhmu jika kau …. bersedia meminjamkan Yoona untukku malam ini.” kata Donghae dan Donghae pun sengaja membisikkan kata2 terakhirnya di telinga Yesung. “Larilah Yeobo-ya!” teriak Yesung kemudian. Yoona pun menurutinya dan berlari sekencang mungkin. Namun, baru berapa meter ia berlari, sebuah peluru dari pistol Donghae yg bersarang di kaki kanannya itu menahannya untuk berlari lebih jauh lagi. “Argh!” ringis Yoona. “Yoon!” seru Yesung lalu ia beranjak ingin menolong Yoona. Tapi tangan Donghae sudah melingkar di lehernya sehingga ia tak bisa lari kemana2. “Bukannya sudak kukatakan, bahwa jangan menyentuhnya sebelum melangakahi mayatku dulu?” bentak Yesung untuk kesekian kalinya. “Aku tidak menyentuhnya. Aku hanya melukainya. Ah, bukan. Sedikit memberinya efek rasa sakit. Bukan rasa sakit, hanya sedikit rasa jera. Siapa suruh dia berlari dariku?” jelas Donghae membela diri. “Aku! Kau tidak mendengar aku menyuruhnya berlari huh?” jawab Yesung kemudian. Ia tahu apa yg selanjutnya akan dilakukan Donghae jika ia berkata begitu. Ia hanya menunjukkan kalau dirinya iti tidak lemah.

“Jadi kau sudah siap mati?” tanya Donghae sambil menempelkan pistolnya di pelipis Yesung. Otomatis jantung Yesung dag dig dug ketika mengalaminya. “Lee Dong Hae!!! Apa yg kau lakukan?!?!! Aku membencimu sekarang, ahjussi brengsek!!” teriak Yoona dari kejauhan. Suaranya sampai serak. “Ah benarkah? Kau membenciku? Ah, sayangnya aku mencintaimu.” jawab Donghae. “Oh, ya. Sebenarnya aku ingin meminjamnya semalam hanya untuk mengajarinya memasak. Malam kemarin aku sudah mengajarinya tapi hanya 2 jenis makanan. Tapi kau mengganggunya. Hahaha, kau pasti sudah berpikiran yadong bukan? Hahaha.” gerutu Donghae sambil tertawa. “Sudahlah Hae, mulutmu itu bau. Bau, soju. Aku tidak tahan. Jadi, daripada kau membekapku sperti ini. Lebih baik kau cepat tekan pistolmu saja.” ujar Yesung mencoba santai. “Ya! Kau mengejekku huh? Tenang saja aku masih sabar. Apakah kau tidak mau memberikan kata2 terakhimu untuknya?” tanya Donghae. Yesung hanya menatap Yoona yg masih menunduk. “Mianhe Yoon. Aku tak bisa menjagamu lagi.” ucap Yesung sambil mengeluarkan air mata. “Tolong Hae-ppa. Jika kau masih mencintaiku, tolong jangan lakukan itu padanya.” ujar Yoona sambil menangis. “Dan membiarkan luka hatiku terus melebar? Oh, tidak bisa. Kecuali jika kau bisa mengobati luka hatiku.” jawab Donghae. “Tapi, bukankah aku memintamu agar kau bisa melupakanku?” tanya Yoona. “Bagaimana bisa aku melupakanmu? Jika setiap aku di Seoul, aku selalu melihat kalian berdua. Apa aku harus selalu di luar negeri begitu?” tanya Donghae balik.

Karena tak sabar, Yesung lalu menginjak kaki Donghae. “Ah!” ringis Donghae. Tangannya yg digunakan untuk melingkar di leher Yesung pun mengendur, sehingga Yesung dengan mudah melepaskan diri dari Donghae. Yesung segera berlari untuk menyelamatkan Yoona. Namun tiba2 terdengar suara “Doorr!” dari pistol Donghae. Dan rupanya, peluru itu melesat cepat dan mengenai kepala bagian belakang Yesung. “Argghhh!! teriak Yesung sebelum akhirnya ia roboh dan menghembuskan nafas terakhir. Namun sebelum ia menutup mata untuk selamaya, ia sempat mengucapkan beberapa kalimat pada Yoona. “Yoon, jaga dirimu dari lelaki bajingan sepertinya. Aku tahu kau kuat Yeobo-ya.” ucap Yesung pada Yoona untuk yg terakhir kalinya, sebelum akhirnya, ia menutup matanya untuk selama2nya. Yoona yg melihat kejadian itu hanya memberikan pandangan terkejut sekaligus ngeri. Ia benar2 tak percaya apa yg ia lihat. Namun, ia benar2 tak bisa apa2 sekarang. Berdiri saja masih susah. Air matanya kemudian jatuh dan mengalir melalui mata dan pipinya. “Yesung oppa! Andweyo!” teriak Yoona untuk kesekian kalinya.

Donghae kemudian berjalan kearah Yoona. Namun, sebelum ia sampai di tempat Yoona, ia terlebih dahulu melihat mayat Yesung dengan tatapan sinis nan angkuhnya. Kemudian ia berjongkok di depan mayat Yesung. “Ah, dia sudah mati? Ya! Yesung-ah, sekarang aku bolehkan meminjam istrimu? Hahaha, tentu saja boleh. Bukankah aku sudah melangkahi mayatmu?” ujar Donghae sambil berdiri dan menendang tubuh Yesung hingga menggelinding beberapa meter. Ia kemudian melirik Yoona dan berjalan kearahnya. Yoona hanya memandangnya dengan tatapan sinis nan tajam namun sebenarnya ia takut sendiri. “Halo, wanita manis! Ah, sejak kapan aku memanggilnya seperti itu? Ya! Kenapa kau memandangku seperti itu? Kau takut huh?” tanya Donghae sambil berjongkok di depan Yoona dan memegang dagu Yoona. Tapi, Yoona kemudian menepis tangan Donghae yg ada di dagunya. “Ya! Kau sudah membunuh sahabatmu sendiri? Apalagi yg akan kau lakukan huh?” tanya Yoona dengan kasarnya. “Dia sendiri yg memutuskan persahabatan kami. Bukankah daritadi aku sudah memintanya untuk mencabut kalimat yg akhirnya membuatnya menjadi seperti itu. Ya kan? Jadi, sebenarnya dia sendiri yg cari mati.” balas Donghae membela diri. “Tapi kau, mengapa kau menurutinya? Dasar bodoh!” bentak Yoona.

“Memang aku bodoh, aku bodoh karenamu. Kkkkk. Bukankah aku sering meminta bantuanmu saat membuat proposal dulu?” jawab Donghae sekaligus mengingatkan Yoona akan masa lalunya dengan Donghae. Yoona pun teringat saat ia masih bersama Donghae di dalam satu apartemen. Jujur, sebenarnya Yoona saat ini masih mencintai Donghae, perasaan itu pun bahkan lebih dari Yesung. Ia pun menunduk. Tapi, melihat perlakuan Donghae tadi. Kebencian Yoona pun memenuhi kepalanya, hingga matanya pun kembali menatap Donghae tajam. “Sudahlah! Masa lalu tinggalah masa lalu. Kau tahu? Melihat kejadian ini, aku malah tambah membencimu brengsek!” bentak Yoona kasar. “Ya! Sejak kapan kau mengucapkan kata2 kasar seperti itu? Apa kau tidak diajari sopan santun huh? Sudah berapa kali kau mengatakan “brengsek” kepadaku?” balas Donghae tak kalah kasar. “Aku mengatakannya atas keadaan! Dan apakah kau juga diajari untuk membunuh seseorang oleh orang tuamu?” jawab Yoona sinis. “Ya! Tutup mulutmu gadis murahan!” bentak Donghae kemudian. Tak ayal, Yoona yg mendengar kata kasar dari Donghae tadi langsung menampar Donghae dengan keras hingga buibir Donghae mengeluarkan darah. “Aku tak serendah yg kau bilang!” bentak Yoona kemudian. Hanya terdengar bentakan2 keras dan kata2 kasar dari mulut mereka.

“Kau mau saja dijual oleh orang tuamu kepada mereka (keluarga Yesung). Kata apakah yg bisa menjelaskan perbuatanmu selain wanita murahan?” tanya Donghae lagi. ” Aku melakukan itu karena keadaan mendesak. Paling tidak aku masih bisa mematuhi perintah orang tuaku. Sedangkan kau? Apa kata org tuamu di alam sana? Ah, apalagi appa-mu! Apa dia bisa bangga dengan anak pembunuh sepertimu?!” tanya Yoona sinis. Jika sudah disinggung dengan orang tua, jiwa Donghae langsung lemah seketika. Ia kemudian melihat mayat Yesung, ia jadi tidak tega. Ia malah tak percaya bahwa ia telah membunuhnya tadi. Ia ingin menangis, namun dengan susah payah ia tahan. Mungkin rasa kemanusiaannya telah kembali. Namun sesaat kemudian Donghae segera melumat bibir Yoona. Yoona pun terkejut bukan main. Dengan tenaga yg tersisa, ia pun mendorong Donghae hingga terjatuh dengan posisi duduk. “Bilang saja kau tidak bisa menjawab pertanyaanku bukan? Hahahaha. Dasar bodoh!” ujar Yoona dengan nada bangga. Walaupun ia tahu nyawanya terancam.

“Persetan dengan orang tuaku! Yg penting sekarang aku telah memilikimu.” jawab Donghae kemudian. “Ya! Aku bukan barang! Yg bisa dimiliki dan diperebutkan seenaknya! Tadi apa yg kau bilang pada Yesung? Mau meminjamku untuk semalam? Memangnya aku tempat tidur? Pantas saja tadi dia tidak menyetujui permintaanmu tadi!” bentak Yoona lagi. “Memangnya kalau aku menganggapmu barang, kau mau apa?” tanya Donghae seenaknya. “Plakk!” sekali lagi Yoona menampar Donghae hingga bibirnya kembali mengeluarkan darah.

“Arrgh!” teriak Donghae sambil membuka kedua matanya. Hey! Mengapa tiba2 ia ada di kamar hotelnya di Bangkok? Perasaan tadi ia ada di gang sempit bersama Yoona dan Yesung. Apakah semua itu mimpi? Ternyata benar, semuanya itu mimpi. “Jadi, tadi itu hanya mimpi? Huh, mimpi yg mengerikan!” jawab Donghae agak lega. Karena, sekasar2nya Donghae, dia tak mungkin sampai hati membunuh sahabatnya sendiri hanya karena org yg dicintainya. Hey! Tunggu dulu! Kenapa tiba2 ada darah di tangan Donghae? “Darah siapa ini?” gumamnya heran. Lalu ia mencoba menyentuh bibirnya. Dan ternyata, darah benar2 itu berasal dari bibirnya. “Apakah ini berasal dari mimpiku tadi? Ah, tidak mungkin.” batin Donghae bingung. Lalu ia mencoba melihat di cermin. Ternyata ada luka lebam bekas tamparan di pipi. Donghae hanya bisa tertawa kecil karena tak percaya. Ia segera mencuci mukanya dan membersihkan bekas2 darah yg masih ada di bibirnya. “Aneh, mimpi bisa sampai ke realita.” ujar Donghae sambil membersihkan darahnya. Ia lalu membangunkan Eunhyuk dan bertanya kepadanya.

“Ya! Eunhyuk-ssi, kau tahu tadi malam kita melakukan apa saja?” tanya Donghae. “Bukankah kita disini hanya mengerjakan file dan bercengkrama. Eh, tapi kenapa di pipimu ada bekas tamparan?” tanya Eunhyuk balik. “Nah, makanya itu! Aku juga tidak tahu. Hanya saja aku bermimpi aneh.” jawab Donghae sambil menceritakan semua yg ada di mimpinya tadi. Eunhyuk pun terkejut. “Menurutku, akan ada sesuatu dari hubungan kalian bertiga. Entah apa yg terjadi.” komentar Eunhyuk. “Berhati2lah. Mungkin saja kau yg akan menjadi “tersangka” pada peristiwa tersebut. Seperti pada mimpimu tadi. ” saran Eunhyuk yg malah membuat Donghae jdi takut. “Ya! Eunhyuk-ssi! Aku kan tidak sejahat itu! Masak aku jadi pembunuh? Memangnya aku seorang gangster?” gerutu Donghae. Namun, Eunhyuk malah mengacuhkannya dan memilih untuk tidur lagi karena pada saat itu masih jam 2 pagi. Donghae pun akhirnya juga ikut tidur.

Categories: By: Evil | Tinggalkan komentar

You’re My Endless Love Season 2 Eps 8

Yesung hanya bisa menunduk dengan segudang rasa bersalahnya. Sementara itu, Eunhyuk sebenarnya ingin marah tpi sudah di cegah oleh Donghae. “Kau tahu? Donghae tadi malam habis2an menutupi kesalahanmu di depanku. Ternyata kau pelakunya.” ujar Eunhyuk akhirnya, lalu menatap Yesung dengan pandangan sinis. “Sudahlah, bisa2 penyamaranku terbongkar. Kajja, kita ke tempat terap pijat. Selain tanganku, kaki ku juga terkilir gara2 high heels sialan ini.” ujar Donghae sambil menarik tangan Eunhyuk untuk pergi dari tempat itu karena takut akan ada perkelahian panjang diantara mereka. “Selamat atas pernikahannya. Semoga kalian berbahagia.” kata Donghae kepada Yesung dan berlalu meninggalkan Yesung yg masih termangu.

“Shireo!” tolak Donghae atas ajakan Eunhyuk untuk berfoto bersama. “Ayolah, hanya satu kali foto. Mumpung kau berdandan seperti itu. Kan kau ceritanya jadi yeochingu baruku. Kan biar aku bisa mencemburui Krystal.” pinta Eunhyuk. “Oh, jadi kau meminta foto denganku karena Krystal?” tanya Donghae sinis. “Hahaha, kau lucu sekali, mana mungkin Krystal akan mencemburui monyet jelek sepertimu? Dia sudah bahagia dengan pacar barunya itu.” tambah Donghae yg memubuat Eunhyuk sedih. “Katanya kau sudah melupakan Krystal.” sindir Donghae. “Kapan aku berkata seperti itu?” tanya Eunhyuk. “Pada saat dibandara Suvarnabhumi Airport (bandara di Bangkok) . Saat itu aku akan ke Seoul untuk menjenguk Yoona. Kau bilang aku harus melupakan Yoona seperti kau melupakan Krystal, ya kan?” jelas Donghae. Mendengar itu, Eunhyuk hanya melongo. “Sudahlah, kalau ada masalah curhat saja kepadaku. Baiklah, aku mau berfoto denganmu.” jawab Donghae tersenyum. Mereka pun jadi berfoto bersama seperti sepasang kekasih.

“A-au!” teriak Donghae menahan sakit ketika kakinya yg terkilir itu mulai diterapi. “Tenang saja ini tidak lama.” kata penerapi. “Nah, sudah selesai. Sekarang berikan tangan anda.” tambahnya. Donghae pun memeberikan tangan kanannya kepada penerapi. “Ouch! Ssstt!” ringis Donghae menahan sakit. “Sebentar. Ah, sudah selesai. Jika anda rutin melakukan terapi, mungkin dalam waktu seminggu anda akan sembuh.” jelas penerapi. “Tapi saya harus ke Thailand nanti malam.” jawab Donghae. “Tidak harus kesini. Anda bisa meminta teman anda ini untuk membantu menerapi tangan dan kaki anda.” jawab penerapi itu sambil menunjuk Eunhyuk yg kebetulan mengantarkan Donghae ke klinik terapi. “Huh? Aku?” tanya Eunhyuk terkejut. “Ne, sebentar, saya ambil peralatannya dulu.” jawab penerapi kemudian berlalu meninggalkan Eunhyuk yg melongo dan Donghae yg hanya bisa mengangkat bahu. “Ini, biar saya jelaskan.” ujar penerapi setelah kembali dan menjelaskan cara pakai alat2 penerapi untuk digunakan di Thailand nanti. Eunhyuk sebenarnya tidak terlalu paham, namun yah dengarkan saja.

“Emh, ruangannya kotor. Kajja, kita bersihkan oppa!” ajak Yoona sambil menarik tangan Yesung. Mereka sekarang ada di apartemen baru yg akan mereka tinggali setelah mereka menikah. Yesung terkejut sekaligus bingung. Ia masih ingat ketika Yoona tidak akan bicara seharian jika Donghae tidak datang ke pernikahan mereka. Dan ia juga belum mengatakan kalau Donghae menyamar menjadi Aiden Lee kekasih baru Eunhyuk. Jangan2 Yoona sudah tau kalau Aiden Lee itu Donghae? “Ya! Oppa tidak mendengarkan aku ne? Kajja kita bersihkan.” ujar Yoona mengagetkan Yesung yg dritadi melamun. “Ah, arraseo. Kajja!” jawab Yesung melupakan lamunannya tdi.

“Sudah siap semuanya?” tanya Donghae memeriksa barang2 yg akan mereka bawa ke Thailand nanti. “Tentu saja sudah. Kita tinggal berangkat saja.” jawab Eunhyuk. “Oh, ya. Tadi katanya akan banyak yg mengantar kita lho! Ada Leeteuk hyung, Heechul-ssi dan Jessica-ssi, Presedir Choi Siwon juga datang.” kata Eunhyuk. “Wah, kalau begitu kita akan menjadi artis.” ujar Donghae bangga. “Maksudmu?” tanya Eunhyuk tak mengerti.”Kan biasanya artis2 seperti itu jika ke bandara atau kemana pun pasti akan diikuti fansnya.” jelas Donghae. “Berarti kalau begitu fans kita tidak lebih dari 5 org begitu?” tanya Eunhyuk sinis. Karena mereka akan tinggal sebulan di Thailand, jadi banyak orang yg akan mengantar mereka. “Oh, ya satu lagi. Yesung juga akan mengajak Yoona ke bandara untuk mengantarkan kita.” tambah Eunhyuk yg membuat Donghae terkejut. Donghae lalu menatap Eunhyuk dengan tatapan bingung seperti ingin tahu. “Yoona?” gumam Donghae pelan namun dapat didengar Eunhyuk. “Kau tidak senang?” tanya Eunhyuk. “Bukan begitu, hanya terkejut saja.” jawab Donghae. “Anggaplah ini pertemuan terakhir dengan mantan kekasihmu.” ujar Eunhyuk. Donghae menatap Eunhyuk tajam, seperti ingin melahapnya hidup2. Eunhyuk segera meralat kata2nya. “Eh, bukan begitu. Maksudku anggaplah ini pertemuan terakhir dengan Yoona, sahabatmu. Eh, bukan pertemuan terakhir juga, kau masih bisa bertemu lagi dengannya.” ralat Eunhyuk gugup.

“Hmm, enak sekali masakanmu. Padahal, eonni-mu bercerita kau tidak bisa memasak. Kapan kau belajar memasak?” tanya Yesung setelah mencoba masakan Yoona. Yoona pun gelagapan, ia takut jika ia mengatakan yg sebenarnya kepada Yesung bahwa yg mengajarinya memasak adalah Donghae. “Oh, itu. A-aku melihat sebuah acara tv.” jawab Yoona gugup. “Kau belajar dengan baik.” puji Yesung. “Eh, go-gomawo.” jawab Yoona masih dengan kegugupannya. “Setelah ini mau tidak kau kuajak ke bandara?” ajak Yesung. “Bandara?” tanya Yoona tak mengerti. “Ne, kita akan mengantar Eunhyuk dan Donghae, kau mau ikut?” tawar Yesung. Pikiran Yoona pun kemana2 mendengar tawaran Yesung tadi. Yesung dapat membacanya dari mimik wajahnya yg berubah2. Kenapa yg ada di mata, telinga, pikiran, ada Donghae? Kenapa harus Donghae lagi! “Me-memangnya ada apa? Dan siapa saja yg akan mengantar mereka?” tanya Yoona. “Mereka akan ke Thailand sekitar 1 bulan. Yg mengantar tidak hanya kita. Ada Leeteuk hyung dan teman2 mereka. Kau jadi ikut?” jelas Yesung santai seperti tidak terjadi apa2 padahal ia sudah melihat ekspresi wajah Yoona yg tak beraturan tadi. Yoona pun berpikir, jika ia tidak kesana, maka ia tidak akan bertemu dengan Donghae lagi selama sebulan. Jadi, ia pun menyetujui tawaran Yesung tersebut.

“Ya! Akhirnya kalian datang juga!” teriak Eunhyuk kepada Heechul, Jessica, Siwon yg malah membuat telinga Donghae yg ada disampingnya sakit. “Argh! Menyebalkan sekali kau ini. Jangan teriak di dekat telingaku. Awas kau kalau aku tak bisa mendengar lagi.” ancam Donghae sambil menutup telinganya yg masih berdenging akibat efek dari teriakan Eunhyuk tadi. Mungkin teriakan Eunhyuk tadi sangat keras, bahkan Jessica, Heechul dan Siwon yg masih berjarak belasan meter dari Eunhyuk dan Donghae pun bisa mendengar teriakan Eunhyuk. “Hehehe, mianhe.” jawab Eunhyuk sambil mengeluarkan gummy smile-nya. “Sudah kakiku terkilir, tangan kananku sulit digerakkan, sekarang telingaku yg bermasalah. Malang nian nasibku.” ujar Donghae merutuki dirinya sendiri. “Ditambah kau sekarang sedang patah hati. Wah, lengkap penderitaanmu ya?” sindir Eunhyuk yg membuat Donghae menatapnya tajam. “Ya! Dasar monyet sialan! Awas kau ya!” bentak Donghae. Eunhyuk berlari menghindari Donghae yg terus mengejarnya dengan satu kakinya yg diangkat. Jadilah mereka bermain kejar2an di bandara Incheon yg membuat itu menjadi tontonan menarik bagi Heechul, Jessica dan Siwon. “Tingkah mereka benar2 seperti anak kecil ya?” tanya Heechul kepada kedua org disampingnya yg sedang melihat “tontonan menarik” itu. Sementara Siwon dan Jessica yg ditanyai Heechul hanya bisa tersenyum menahan tawa.

Satu persatu dari org yg diberitakan Eunhyuk akan mengantar mereka berdua datang. Namun, tidak dengan Yoona dan Yesung, sampai saat ini mereka belum datang juga, padahal pesawat akan terbang 15 menit lagi. “Oh, aku pulang dulu ne? Lama sekali pesawatnya.” ujar Leeteuk kepada adiknya Donghae. “Ah, ne. Gomawo sudah ikut bersama kami menunggui pesawatnya hyung.” jawab Donghae ramah. Leeteuk pun meninggalkan Donghae dan Eunhyuk sendirian. “Sepertinya tidak ada yg benar2 mengantar kita.” gerutu Eunhyuk. “Maksudmu?” tanya Donghae tak mengerti. “Mereka hanya pergi ke sini lalu pulang sebelum kita berangkat. Pulang pergi seperti itu, seperti menjenguk org sakit saja. Memangnya kita sakit?” ujar Eunhyuk. Donghae hanya mengangkat bahu. “10 menit lagi, mereka datang tidak ya?” gumam Donghae didalam hatinya. Perasaannya campur aduk, disatu sisi ia ingin Yoona datang, tapi disisi lain ia belum siap melihat Yoona lagi.

“Nah, itu dia mereka datang. Aku yakin mereka tidak akan pergi sebelum kita berangkat.” ujar Eunhyuk melihat Yesung dan Yoona datang. “Yaiyalah, waktu kita kan tinggal 6 menit lagi.” jawab Donghae sebal. “Ah, disitu kalian rupanya.” ujar Yesung setelah sampai di tempat mereka. Melihat Yoona bergandengan dengan Yesung, membuat mata Donghae panas. Ingin sekali ia memutuskan gandengan tangan mereka. Tapi apa ia bisa? Mereka sekarang sudah suami istri, sedang ia? Apa hubungan dirinya dengan Yoona sekarang? Kekasih saja bukan, hanya sahabat. Yg mesti ia lakukan sekarang adalah mengalihkan pandangannya dari mereka. Memandangi sekeliling lebih nyaman meskipun tak ada objek yg menarik di bandara Incheon, mungkin karena ia sudah bolak balik ke luar negeri melalui pesawat yg ada di bandara ini. Yah, mungkin tadi pagi pada saat pernikahan ia masih kuat, karena perasaannya masih mendongkol kepada Eunhyuk, yg menyuruhnya menyamar menjadi yeoja. Apalagi ia tak melihat senyuman kemesraan dari Yoona ke Yesung tadi. Wajah Yesung pun tampak khawatir. Tak ada manis2nya sama sekali, padahal pada saat itu pesta pernikahan mereka. Tapi saat ini, apa yg ia lihat berbada jauh 180 derajat dari yg lihat tadi pagi. Yoona tersenyum mesra pada Yesung, meski senyumannya terlihat dibuat2. Tatapan mereka menyiratkan kegembiraan. Donghae ingin sekali pergi secepatnya. Mengapa waktu berjalan lambat? Padahal hanya 6 menit. Mengapa rasanya seperti 6 tahun?

Namun itu hanya sebentar. Begitu melihat wajah Donghae yg sendu, wajah Yoona berubah drastis. Dari yg tdi cerah ceria, menjadi pucat penuh dengan rasa bersalah. Ia pun menunduk, takut untuk melihat wajah Donghae lagi. “Oh, ya Hae. Bagaimana dengan lengan kananmu?” tanya Yesung. “Ah, sudah mendingan. Mulai bisa digerakkan sedikit demi sedikit.” jawab Donghae tetap mencoba tersenyum. Senyum yg dipaksakan. Yoona sebenarnya ingin memeluk Donghae seperti saat mereka masih menjadi sepasang kekasih dulu. Biasanya Yoona yg mengantar Donghae ke luar negeri, dan mereka selalu berpelukan. Tapi apakah ia akan melakukannya lagi? Apakah ia akan melakukannya didepan suaminya? Itu tidak mungkin.

“Gomawo.” ujar Yoona pada Donghae. “Waeyo?” tanya Donghae tak mengerti. “Untuk datang ke pesta pernikahan kami, Aiden eonni.” jawab Yoona berusaha melucu, mencairkan suasana. Dan itu bisa membuat Eunhyuk dan Yesung tertawa. Namun tidak dengan Donghae. Ia malah menatap Yoona tajam. Suasana hatinya yg galau berubah menjadi emosi. Ya Tuhan, “aib”nya terbongkar lagi? Yoona hanya tersenyum licik. Lawakannya berhasil.

Operator bandara mengatakan kalau pesawat tujuan Bangkok akan berangkat, membuat Donghae dan Eunhyuk harus segera pergi. “Oh, ya. Kita pergi dulu. Selamat bermalam pertama.” ujar Eunhyuk sambil tertawa kecil. Yesung dan Yoona menatap Eunhyuk tajam. “Yadong sekali pikiranmu, Hyuk.” jawab Yesung sebal. Mereka pun berbalik arah dan beranjak menjauhi Yesung dan Yoona. Tapi tangan Donghae seperti ada yg menarik. Ia pun dipaksa berbalik. Kemudian badannya serasa dipeluk oleh seseorang. “Yoon?” ujar Donghae terkejut.

Categories: By: Evil | Tinggalkan komentar

You’re My Endless Love Season 2 Eps 7

“Bukk!” hantaman keras dari Yesung tepat mengenai pipi Donghae hingga ia pun terjatuh. Tangan kanannya yg menahan badannya di tanah pun berbunyi, sepertinya tulangnya mengalami keretakan. “Argh!” erang Donghae kesakitan, namun tak dihiraukan oleh Yesung. Donghae ingin membalas namun tangan kanannya tak bisa digerakkan, terasa sakit sekali. Dan juga ia pun merasa bersalah karena berduaan dengan Yoona. Karena merasa ada keributan Yoona pun datang. Betapa terkejutnya Yoona ketika melihat pipi Donghae lebam dan bibir Donghae yg terus mengeluarkan. “D-donghae oppa? Gwenchan-a?” tanya Yoona. Sebelum Donghae menjawabnya, Yesung sudah lebih dulu menarik tangannya keluar. “Bisakah kau menjadi temanku yg baik? Bisakah kau merelakan dia untuk sementara waktu?” bentak Yesung. Yoona yg tak percaya apa yg ia lihat hanya bergidik ngeri. Matanya berkaca2 melihat keadaan Donghae, dan Yesung sepertinya tak berniat untuk menolong Donghae. Biasanya, Yesung biasanya nampak biasa2 saja ketika ia berduaan bersama Donghae. Dan Yesung pun tahu perasaan antara Yoona dan Donghae. Tapi, mengapa tiba2 Yesung seagresif itu pada hubungan mereka? Ia sebenarnya ingin melepaskan genggaman tangan Yesung, tapi tak bisa, karena Yesung menggenggamnya kuat2. Ia pun ditarik Yesung keluar dari apartemennya. Ia hanya bisa memandang Yesung dengan pandangan amarah. Semua org emosi pada saat itu. Kecuali Donghae, ia malah merasa bersalah. Dan, hey! Apakah maksud dari kata “Sementara waktu” yg tadi dilontarkan Yesung? Bukankah mereka besok menikah? Itulah yg ada dipikiran Donghae sekarang.

“Shireo!” teriak Yoona akhirnya ketika mereka sudah sampai diparkiran untuk menuju apartemen. “Bagaimana bisa kau meninggalkan sahabatmu yg terluka tanpa menolongnya? Kau bertanya apakah dia dapat menjadi teman yg baik. Namun, apa kau juga bisa menjadi teman yg baik untuknya? Dia sudah banyak berkorban untuk hubungan kita!” bentak Yoona kasar. “Berkorban? Apakah mungkin disebut berkorban jika dia berduaan denganmu tanpa sepengetahuanku? Itu perselingkuhan!” balas Yesung tak kalah kasar. Yoona kemudian menampar Yesung dengan keras. “Tutup mulutmu! Bukankah kau sudah tahu hubunganku dengan Donghae? Mengapa kau masih egois?” bentak Yoona lagi setelah itu. Tanpa basa-basi, Yesung pun secara tiba2 melumat bibir Yoona kasar. Yoona yg masih dalam keadaan marah itupun terkejut. Karena ia tak terima, ia mendorong tubuh Yesung dengan keras. “Ternyata memang benar, kau egois!” bentak Yoona kemudian berlari kearah apartemen. Yesung pun mengejarnya.

“Donghae oppa? Gwenchana?” tanya Yoona khawatir ketika mendapati Donghae baru saja berdiri, karena tangan kanannya tak bisa digunakan untuk menahan bobot tubuhnya, terpaksa Donghae pun menggunakan tangan kirinya dan itu membutuhkan waktu lebih lama. Mendengar pertanyaan itu, Donghae hanya menatap wajah Yoona. Mengamati lekukan2 wajah cantik Yoona yg sebentar lagi akan dimiliki org lain, bukan lagi miliknya. Donghae hanya tersenyum lemah, terlihat dipaksakan. Kemudian Donghae berbalik membelakangi Yoona dan hampir beranjak pergi untuk menutup pintu. Tak ayal, Yoona merasa yg tak puas akan jawaban dari pergerakan wajah Donghae itupun langsung menarik tangan kiri Donghae agar dia kembali menatapnya, dan melumat bibir Donghae kasar. Sama seperti apa yg dilakukan Yesung padanya. Donghae yg terkejut hanya bisa pasrah. Namun, lama2 ia tak tahan atas rasa bersalahnya pada Yesung yg sudah terlihat berdiri dgn penuh emosi di ekor matanya. Air matanya pun tak dapat dibendung. Dengan terpaksa, ia mendorong tubuh Yoona sebelum Yoona tau bahwa ia menangis dan Yoona pun jatuh tepat pada saat Yesung datang. Dan dengan sigap Yesung langsung menolong Yoona. “Mianhae Yoong-ah.” ujar Donghae lirih. Yoona langsung berdiri. Tapi Donghae sudah terlebih menutup pintu apartemennya. “Kau jahat oppa!” gumam Yoona lirih. Ia langsung ditarik oleh Yesung untuk pulang.

Sementara didalam apartemen, Donghae hanya bisa duduk termangu di depan pintu. Tangan kirinya masih menggenggam ganggang pintu. Namun, lama-kelamaan genggamannya lemah dan tangan kirinya pun terayun kebawah. Air matanya masih saja terus keluar tanpa ada yg bisa menghalaunya, bahkan Donghae pun tak berniat untuk menyeka air matanya. “Mianheyo Yesung, Yoona. Aku sudah masuk ke dalam hubungan kalian.” gumam Donghae. Ia tak tahu apa yg harus ia lakukan sekarang. Setelah beberapa lama ia terdiam, ia pun tahu apa yg harus ia lakukan. “Eunhyuk? Monyet itu pasti bisa membantuku.” ujarnya sambil beranjak pergi untuk mengambil handphone nya.

“Huft, kau ini cari masalah saja. Makanya berhati2lah.” ujar Eunhyuk menasehati. Saat ini mereka sedang berada di rumah sakit untuk memeriksakan apakan tulang di tangan kanan Donghae mengalami keretakan. “Lalu mengapa juga dengan luka lebammu itu?” tanya Eunhyuk lagi. Ia semakin khawatir dengan kondisi fisik sahabatnya itu. Apakah ia baru saja dipukuli? Dan memang Donghae tak menceritakan yg sebenarnya pada Eunhyuk. Karena takut itu akan menjadi masalah bagi persahabatan antara dirinya, Eunhyuk, dan Yesung. Ia juga takut kalau masalah ini bisa menjadikan hubungan mereka renggang. Makanya, tadi ia berbohong bahwa rasa sakit ditangannya itu akibat terjatuh dari tangga darurat, karena lift-nya rusak. “Kau dipukuli? Dengan siapa?” tanya Eunhyuk takut2. “Luka lebam? Dimana? Aku baru menyadarinya.” jawab Donghae pura2 tidak tahu. “Kau dipukulikan? Jangan berbohong!” tanya Eunhyuk dengan mengeraskan suaranya. “Benar! Aku tidak berbohong! Luka lebam ini mungkin muncul pada saat aku terjatuh tadi.” elak Donghae. Eunhyuk yg sebenarnya masih tak percaya pada omongan Donghae, tapi ia sudah capek tengah malam begini berdebat dengannya. “Ya ya, aku percaya saja.” jawab Eunhyuk akhirnya.

“Hmm, Hyuk.” ujar Donghae memulai. “Waeyo?” tanya Eunhyuk. “Melihat kondisiku sekarang, aku mungkin tak akan datang ke pernikahan Yesung dan Yoona.” kata Donghae. “Andweyo! Kan kamu harus jadi wanitaku.” sergah Eunhyuk. “Tapi…” protes Donghae yg terlebih dahulu dipotong oleh Eunhyuk. “Pokoknya itu janji. Dan kau kemarin sudah setuju kan?” potong Eunhyuk. “Itukan karena ancamanmu.” gerutu Donghae. “Tapi janji tetap janji!” belas Eunhyuk. “Ah, ye! Baiklah.” jawab Donghae pasrah. “Kan aku sudah meminta Jessica untuk mendadanimu.” ujar Eunhyuk. “Terserahmu sajalah.” jawab Donghae acuh tak acuh. Sebenarny, Donghae ingin menolak mentah2 gagasan Eunhyuk. Tapi, karena ia sudah berjanji, bagaimana lagi? Dan Eunhyuk melakukan ini semua sebenarnya untuk kebaikan Donghae juga. Mengapa? Karena jika Donghae benar2 menjadi perempuan di pesta nanti, ia pasti akan kesal padanya. Sehingga pasti ia akan melupakan soal hubungan antara Yesung dan Yoona. Ia pun tdk akan menangis lagi.

Sampai sekarang Yoona tak mau berbicara dgn Yesung. Dari saat pulang dari apartemen sampai pagi ini jika bertemu Yesung pasti canggung. Setiap Yesung berbicara, ia hanya diam saja. Padahal, pernikahan mereka hanya beberapa jam lagi. Yesung jadi bingung sekaligus merasa bersalah. Begitu juga Victoria dan eomma-nya yg tidak mengetahui masalah mereka bertiga pun juga ikut kewalahan. “Yoon, kau masih tidak mau berbicara padaku? Baiklah, aku salah. Aku minta maaf. Tapi tlong jangan diamkan aku seperti ini. Sebentar lagi kita menikah Yoon.” pinta Yesung memelas. Yoona jadi tidak tega. Ia pun akhirnya berbicara. “Jika Donghae tdk datang di pernikahan kita. Aku tidak akan berbicara lagi denganmu seharian ini!” ancam Yoona dan berlalu meninggalkan Yesung yg masih termangu dengan rasa bersalahnya.”Bagaimana jika Donghae tidak datang?” gumam Yesung.

“Shireo! Aku tidak mau!” teriak Donghae sambil berdiri loncat2 di tempat tidur menghindari Jessica. Eunhyuk hanya tertawa terbahak2 melihat Donghae seperti itu. Sementara dari tadi Jessica daritadi merayu Donghae agar mau didandani olehnya. “Ayolah, pestanya akan dimulai satu jam lagi. Kau tahu? Mendandani itu lebih dari satu jam!” ujar Jessica. Ia yg biasanya menjadi silent girl pun akhirnya berteriak karena mungkin ia sangat geram dengan tingkah Donghae yg agak kekanak2an. “Ah, baiklah!” ujar Donghae akhirnya. Ia pasrah pada apa yg akan dilakukan Jessica kepadanya nanti.

Pesta pernikahan sudah hampir usai, namun Heechul, Jessica, Donghae dan Eunhyuk belum datang juga. Mungkin karena Donghae yg bandel daritadi protes atas segala apa yg dilakukan oleh Jessica, padahal pada awalnya ia pasrah. Sementara di tempat resepsi, Yesung dan Yoona sangat khawatir kalau2 mereka tidak datang terutama Eunhyuk dan Donghae.

“Hahahahaha! Kau cantik sekali. Meskipun luka lebamnya masih sedikit terlihat.” ujar Heechul dan Eunhyuk sambil tertawa, tampak menyindir. Sementara Jessica hanya tersenyum. “Ya! Kalian menyebalkan sekali sih!” bentak Donghae. “Oh, ya. Jangan lupa nanti kau panggil aku “oppa”.” ujar Eunhyuk. “Shireo!” protes Donghae. “Aku juga, nanti panggil aku oppa. Eh, Jessica-ya, panggil dia eonni.” kata Heechul. “Atau kau akan malu saat mereka menyadari bahwa dirimu itu pria.” tambah Eunhyuk. Tak ayal semuanya pun tertawa, kecuali Donghae. Jessica pun yg dari tadi menahan tawanya, akhirnya tertawa juga. “Yasudah, cepat berangkat. Nanti malah pestanya usai.” kata Eunhyuk. Donghae sebenarnya masih sukar berjalan, mungkin karena ia tak terbiasa menggunakan hak tinggi. Jadi, ia meminta bantuan kepada Jessica. Dan itu membuat Heechul cemburu. “Kalau begitu aku yg jdi perempuannya saja. Aku kan lebih cantik dripada dia.” gerutu Heechul. Dan Donghae pun tersenyum penuh kemenangan mendengarnya.

“Sudah kuduga, kau masih belum bisa melupakannya kan? Oppa?” tebak Donghae kepada Eunhyuk yg sedari tadi mengamati Krystal dan Minho kekasih barunya. “Kau ini!” jawab Eunhyuk malu2. Saat ini mereka sedang ada di pesta pernikahan Yoona dan Yesung. Donghae lega, karena ia tidak melihat pada saat prosesi pernikahannya. Dan kebetulan saat pesta, Yoona dan Yesung mengundang Minho sekaligus Krystal kekasihnya. Eunhyuk dritadi memandangi Krystal tanpa berkedip. “Aku cemburu.” tambah Donghae. Eunhyuk jadi kagum, Donghae sangat mendalami aktingnya sebagai seorang “wanita”. Selain Donghae juga sangat cantik. Dia seperti bukan Donghae. Jadi, mereka bisa merahasiakan identitas Donghae yg sebenarnya. Tiba2 Yesung dan Yoona datang. “Ah, kau datang juga. Donghae mana?” tanya Yesung. “Dia.. tangan kanannya sakit, kata dokter tulangnya mengalami keretakan. Jadi, dia tidak jadi kesini.” jawab Eunhyuk berbohong.Yesung jadi merasa bersalah. Sementara Donghae disampingnya hanya bisa terdiam. Sebenarnya ia ingin mengatakan kalau ia sudah ada di depan mereka berdua. Kemudian, pandangan Yesung beralih menuju “wanita” yg ada disamping Eunhyuk. “Sepertinya aku pernah kenal.” gumam Yesung.

“Dia.. siapa?” tanya Yesung. “Ehm, dia…” jawab Eunhyuk yg terpotong oleh perkataan Donghae. “Aiden, Aiden Lee. Panggil saja aku Aiden.” jawab Donghae cepat namun halus, suaranya juga tidak seperti biasanya. “Ehm, dia pacar baruku. Aku mengenalnya saat aku dan Donghae dikirim ke Thailand.” jelas Eunhyuk. “Sepertinya wajahnya tidak asing bagiku.” ujar Yesung. Sebenarnya Yoona setuju dari apa yg diakatakan Yesung. Namun, dia memilih untuk diam. “Ah, ada apa dengan wajahku? Aku mirip dengan seseorang ya?” tanya Donghae takut2. “Ehm, dia memang mirip dengan Donghae. Pada saat aku bertemu dengannya, Donghae bilang, Aiden ini sperti kembarannya. ” kata Eunhyuk, yg malah membuat Yesung semakin curiga. Yesung kemudian menarik tangan Donghae menuju ke tempat yg lebih sepi. Diikuti Eunhyuk yg takut kalau penyamaran Donghae akan terbongkar. Yoona pun sebenarnya menguntit mereka. Namun, tidak diketahui bahkan oleh Eunhyuk. Jadilah mereka seperti ular naga.

“Kau Donghae kan?” tanya Yesung tiba2. Apa yg Donghae takutkan terjadi. Padahal, ia sudah berakting sebisanya. “Argh, semua gara2 Eunhyuk yg menceritakan bahwa Aiden itu mirip dengan Donghae!” gerutu Donghae dalam hatinya. “Apa maksud anda? Ahahaha, semuanya berkata seperti itu padaku. Bahkan Donghae sendiri.” elak Donghae. “Jangan bohong! Luka lebam itu..” todong Yesung yg membuat Donghae kehabisan kata2. Meskipun tadi sudah ditutupi dengan make up, lama2 kalau terkena sinar matahari dan keringat maka make up-nya akan hilang kan? “Aku harus jawab apa?” tanya Donghae dalam hatinya. “Ini..” jawab Donghae ragu2 namun sudah terpotong lebih dahulu oleh Yesung. “Mianheyo, Hae. Atas kejadian tadi malam. Apakah benar tulang di tangan kananmu retak?” tanya Yesung dengan rasa bersalah sekaligus khawatir. Kalau mau begini, apakah Donghae harus meneruskan penyamarannya? Akhirnya Donghae mengaku, ia pun menganggukan dagunya tanda kalau memang tulang tangan kanannya mengalami keretakan. “Aku benar2 minta maaf Hae. Aku khilaf, aku benar2 cemburu saat tahu kau disana bersamanya. Aku terbakar oleh emosi, nafsu, dan cemburuku. Aku tidak bisa menjadi sahabatmu yg baik Hae.” ujar Yesung sambil beruraian air mata. Donghae jdi tdak tega. “Jadi kau yg memukuli Donghae?” tanya Eunhyuk secara tiba2. Kedatangannya membuat mereka berdua terkejut.

Categories: By: Evil | Tinggalkan komentar

You’re My Endless Love Season 2 Eps 6

Tiba2 seluruh badannya tak bisa digerakkan, saraf2nya seperti terhenti. Hanya perasaannya yg terus bergejolak sehingga memaksakan saraf pembuat air mata agar bekerja. Namun, mata Donghae terus menolak dan menahan air mata agar tidak keluar. Akhirnya, perlahan2 ia bisa menggerakan anggota badannya. Yang sekarang ia lakukan adalah mengendalikan emosinya, terus menahan air matanya. Karena sampai detik itu juga, Yesung dan Yoona belum menyadari Donghae melihatnya terus melakukan adegan “French Kiss” mereka. Mungkin karena mata mereka terpejam dan menikmatinya. Donghae hanya menatapnya dengan pandangan nanar. Berusaha agar tetap tersenyum. “Kini aku sudah tak dapat memiliki bibir mu lagi Yoong.” gumam Donghae. Matanya berkaca2. Air matanya tak tertahan lagi. Dan jatuh bebas membasahi pipi Donghae. Segera ia menyeka air matanya sendiri sebelum mereka menyadari bahwa ia menangis. Ia melangkah perlahan2. Karena mendengar suara derap langkah Donghae, Yoona dan Yesung pun tersadar dan segera menghentikan adegan mereka. Lalu, mereka menunduk malu dan merasa bersalah.

Melihat Donghae sedang membereskan barang2nya, mereka mengira Donghae akan pergi karena mereka. “Donghae k-kau mau kemana?” tanya Yesung agak kaku. “Aku akan kembali ke Thailand. Atasanku marah karena aku lupa memberitahunya.” jawab Donghae berusaha santai. Berusaha melupakan kejadian tadi. Dan menganggapnya tak pernah terjadi. Sementara, Yoona hanya memandangnya dengan pandangan tak mengerti. “Yoong, cepat sembuh ne? Jaga dirimu baik2. Agar kau bisa menikah dengan Yesung.” ujar Donghae tersenyum. Lalu dibelainya rambut Yoona perlahan. “Kau akan datang kan?” tanya Yoona memelas. “Pasti.” jawab Donghae singkat lalu pergi.

“Kau cepat sekali?” tanya Eunhyuk ketika melihat Donghae sudah datang ke kantor di Thailand. “Aku disuruh presidir. Argh, menyebalkan sekali dia!” gerutu Donghae sambil duduk kebangku. “Darimana dia tahu bahwa aku di Seoul?” tanya Donghae. “Dari aku, hehehe.” jawab Eunhyuk sambil sedikit tertawa. “Argh, menyebalkan sekali kau! Kau tidak bisa menjaga rahasia org lain.” ujar Donghae sambil melemparlan pulpen ke arah Eunhyuk.. “Au!” teriak Eunhyuk kesakitan. “Hahaha, rasakan itu.” ucap Donghae dengan penuh kemenangan. “Tapi bukankah kau tidak pernah bilang bahwa ini rahasia?” tanya Eunhyuk. “Oh, ya. Hehehe mianhe.” jawab Donghae meringis sambil menggaruk kepalanya yg tidak gatal. “Sebagai gantinya, kau harus kuhukum!” ancam Eunhyuk. “Yah, begitu saja kau marah, memang hukumannya apa?” tanya Donghae. “Nanti akan ku pikirkan.” jawab Eunhyuk kemudian meneruskan pekerjaannya. Donghae pun begitu.

Selepas pulang kantor, Eunhyuk dan Donghae memutuskan untuk berkeliling kota Bangkok. “Hmm, disini terasa berbeda.” ujar Donghae sambil memandangi sekitar lewat jendela mobilnya. “Benar, udara disini terasa panas.” jawab Eunhyuk yg masih menyetir. “Mungkin karena iklim disini tropis dekat khatulistiwa, jadi cuacanya agak berbeda.” kata Donghae. “Hmm, kita mau kemana?” tanya Eunhyuk. “Aku ingin mencoba makanan Thailand. Kira2 dimana restaurant nya?” tanya Donghae balik. “Entahlah, kita coba saja keliling kota ini.” jawab Eunhyuk yg masih menghadap ke depan karena fokus mengendarai.

“Aku pesan Pad Thai.” ujar Donghae setelah membaca buku macam2 makanan yg ada di restaurant tempat mereka makan sekarang. “Hmm, aku pesan Goong Ten. Sepertinya enak.” ujar Eunhyuk juga. Mereka menggunakan bahasa Inggris. Untungnya pelayan di restaurant yg melayani mereka mengerti. Akhirnya pelayan di restaurant tersebut pun pergi dan beberapa lama kemudian pelayan itu kembali lagi membawa makanan yg mereka pesan. “Ini Pad Thai nya, dan ini Goong Ten nya. Selamat menikmati.” kata pelayan itu menggunakan bahasa Inggris sambil memberikan makanan kepada Donghae dan Eunhyuk. “Ternyata Pad Thai itu mie goreng khas Thailand. Hmm, enak juga.” ucap Donghae setelah mencoba makanan yg dipesannya. “Ya! Ternyata Goong Ten itu udang hidup? Argh! Kalau begitu aku tidak usah memesan ini.” gerutu Eunhyuk ketika mendapati makanannya tak sesuai dengan apa yg ia inginkan, apalagi ia sebenarnya sangat tidak menyukai makanan mentah bahkan hidup seperti Goong Ten. Ditambah, udang2 itu bergerak2 seperti cacing, membuat Eunhyuk bergidik ngeri. “Hahahaha, salah sendiri. Coba saja dulu. Mungkin enak.” jawab Donghae sambil tertawa kecil. “Akh, baiklah. Hmmm, enak juga.” ujar Eunhyuk ketika mencobanya. Makananya bahkan lebih dulu habis ia makan dibanding dengan makanannya Donghae. Mungkin karena Donghae memakannya sambil melamun. “Ya! Kau melamunkan Yoona ne?” tebak Eunhyuk yg ternyata benar. Merasa tak digubris, Eunhyuk menepuk pundak Donghae. “Ah kau ini sok tau. Kau sudah habis ne? Yasudah, aku habiskan dulu makananku.” elak Donghae sambil mengalihkan pembicaraan. Eunhyuk hanya menatapnya dengan pandangan tak mengerti. “Oh, ya. Kau yg bayar ne?” pinta Eunhyuk. “Huh? Aku?” protes Donghae. “Yah, anggap aja sebagai hukumanmu tadi.” jawab Eunhyuk. “Huh, baiklah.” ujar Donghae pasrah.

“Aku ingin pulang.” ujar Yoona kepada Yesung. “Tapi kau masih belum sembuh benar Yoon.” jawab Yesung sambil membelai lembut kepala Yoona. “Aku bosan.” kata Yoona sambil memandangi kanan kirinya dengan tatapan malas. “Disini penuh dengan bau obat. Juga para susternya yg menyebalkan. Bahkan umma, appa dan eonni jarang kesini. Hanya kau saja yg sering menjagaku dan menyenangkanku.” tambahnya dengan memasang muka melas. “Ah, kau itu bisa saja. Baiklah, aku akan minta dokter. Mungkin, kau bisa kubawa keliling taman di rumah sakit ini.” jawab Yesung ramah. Kemudian, Yesung pergi ke luar sebentar. “Yoon, kita bisa ketaman. Kau mau?” tawar Yesung setelah diperbolehkan dokter untung keluar kamar. “Ne! Aku mau.” jawab Yoona semangat. “Sini naik ke punggungku.” tawar Yesung sambil membelakangi Yoona. Yoona pun akhirnya digendong Yesung. “Gomawo.” ujar Yoona lirih sambil tersenyum. “Cheonma. Oh, ya. Tadi kata dokter kau besok boleh pulang.” jawab Yesung sekaligus memberitakan sebuah kabar bahagia untuk Yoona. “Jinja? Ah, senangnya aku. Oppa, besok, setelah aku pulang. Temani aku ke namsan ya?” ajak Yoona. “Baiklah, kalau aku tidak ada pekerjaan.” jawab Yesung ramah.

“Oh, ya Hyuk. Perusahaan saingan tender kita itu siapa ya? Dari awal perkenalan kemarin aku belum tau perusahannya.” tanya Donghae. Eunhyuk terlihat tegopoh2 membawa sebuah map dan memberikannya kepada Donghae. “Namanya Bangkok No. 1 Company. Kau tahu? Perusahaan ini adalah salah satu perusahaan terbesar di Thailand. Jadi, berhati2lah kau.” jelas Eunhyuk. Satu persatu lembar dari map tersebut dibuka oleh Donghae, Donghae agak terkejut ketika membaca prestasi2 dari perusahaan saingan tendernya sekarang. “Perusahaan ini, akan melawan kita?” tanya Donghae tak percaya. “Makanya itu, berhati2lah.” jawab Eunhyuk. “Ta-tapi, bukankah kita itu perusahaan baru ya? Masak klien kita sejahat itu. Ma-maksudku, apakah mereka tidak berpikir. Perusahan baru melawan perusahan besar. Argh! Sungguh sangat tidak dipercaya.” kata Donghae sambil mengacak2 rambutnya kasar. “Mungkin karena perusahaan klien kita itu menginginkan biaya murah dengan kualitas yg memuaskan. Mungkin juga mereka mempertimbangkan bahwa kita itukan perusahaan multinasional, jadi pantas untuk dilawankan dengan Bangkok No.1 Company. Ah, sudahlah aku sudah mengantuk. Aku tidur dulu.” jawab Eunhyuk asal, kemudian dia beranjak dari kursi kerjanya menuju tempat tidur. “Ya! Monyet! Andweyo! Jangan tidur dulu!” bentak Donghae. Tapi Eunhyuk malah segera menutup tubuhnya dengan selimut dan memejamkan matanya tanpa menghiraukan bentakan Donghae. “Shireo, aku tidur dulu. Pai-pai, annyeong.” jawab Eunhyuk dgn nada malas. “Argh! Monyet sialan! Kerjamu hanya makan dan tidur saja.” umpat Donghae. Malam ini, Donghae sedang berpikir keras bagaimana cara mengalahkan saingan tendernya yg katanya termasuk perusahaan terbesar di Thailand tersebut. “Argh! Menyebalkan! Mengapa otakku tiba2 tak berfungsi? Sialan!” umpat Donghae pada dirinya sendiri. Ia berusaha mengatur emosinya agar otaknya kembali dapat ia gunakan untuk berpikir cemerlang. Akhirnya setelah beberapa lama, ia pun menemukan sebuah ide cemerlang. Ia pun segera menuangkannya melalui laptopnya. Kemudian dengan tenangnya ia pun tidur. Sekarang, ia hanya perlu beristirahat untuk pertemuan dengan presedir cabang perusahannya di Thailand besok, dan pihak klien dihari lusanya.

“Hmm, lumayan. Besok persiapkan diri kalian untuk bertemu dengan klien sekaligus saingan tender kita. Ini saya berikan data2 penunjang ide kalian. Selesaikan, semoga dapat membantu.” ujar presedirnya yg ternyata bisa bahasa Korea. “Ah, kalau begitu aku tadi tidak usah pakai bahasa Inggris saja.” gumam Donghae dalam hati. Karena tadi Donghae menggunakan bahasa Inggris untuk memberikan file yg tadi malam ia kerjakan. Ia jadi menyesal saat mengetahui presedirnya ini ternyata bisa bahasa Korea. Sedangkan Eunhyuk hanya bisa tertawa kecil. “Yasudah kalau begitu kami pamit dulu. Annyeonghaseo.” pamit Eunhyuk menggunakan bahasa Korea. “Silahkan.” jawab presedirnya mempersilahkan.

“Akhirnya oppa datang juga!” teriak Yoona setelah menunggu Yesung agak lama di teras rumahnya. “Menunggu lama?” tanya Yesung. “Lumayan. Yasudah oppa, ayo kita ke Namsan!” jawab Yoona sambil memegang tangan Yesung dan memaksa Yesung untuk berjalan cepat. Yesung pun mengikuti Yoona dengan pandangan tak mengerti. “Makin lama mereka makin mesra ne umma?” tanya Victoria kepada umma-nya yg sedang melihat tingkah laku Yesung dan Yoona. “Yah, begitulah. Menurut umma, itu adalah cara yg bagus untuk Yoona untuk melupakan Donghae.” jawab umma-nya. “Ne, Yesung ternyata pintar juga ternyata.” balas Victoria. Mungkin karena sudah jauh, Yoona dan Yesung tak memperhatikan pembicaraan mereka.

“Wah, aku sudah 2 bulan tidak kesini rasanya rindu sekali. Gomawo oppa, sudah mengantarkan aku malam2 kesini. Lampu2nya indah sekali.” ujar Yoona kagum. Ia kemudian berlari ke arah menara. “Ya! Yoona-ah! Tunggu!” teriak Yesung mengejarnya. Kemudian mereka sampai di menaranya. “Wah, indah sekali. Tapi menyilaukan.” gerutu Yoona. “Iya, kau benar. Sebaiknya kita turun saja. Melihat dari bawah lebih bagus kan?” tawar Yesung. Yoona pun setuju. Akhirnya mereka pun turun kebawah untuk melihatnya. Tak lupa kemudian mereka berfoto bersama. “Oppa, kita jalan2 lagi ya?” ajak Yoona. “Baiklah. Chakhaman!” jawab Yesung setuju.

Suasana diruangan meeting mendadak kaku, ketika perusahaan klien datang. Donghae dan Eunhyuk yg daritadi bercanda pelan pun segera diam. Begitu juga saingan tendernya itu. Karena Donghae disuruh mempresentasikan di akhir waktu. Makanya ia cukup lega. Ia pun mendengarkan wakil dari perusahaan Bangkok No.1 Company dengan seksama. Kemudian, saat ia disuruh mempresentasikan gagasannya itu, tiba2 badan Donghae kaku, tidak bisa digerakan. Namun untungnya, itu hanya sebentar. Meskipun dengan keringat yg bercucuran, Donghae perlahan maju kedepan untuk mempresentasikan gagasannya itu. Kata demi kata, kalimat demi kalimat telah keluar dari mulut Donghae. Donghae mencoba mengucapkannya dengan percaya diri walaupun sebenarnya ia sangat gugup. Dan, akhirnya ia tinggal menunggu hasil. Betapa bahagianya Donghae dan semua wakil dari perusahaannya ketika mendengar keputusan perusahaan klien bahwa merekalah pemenang tendernya.

“Yoona, kau pilih baju yg mana?” tanya Yesung sambil membawakan beberapa baju untuk Yoona. Sekarang mereka ada di sebuah butik di Seoul untuk fitting gaun pernikahan Yoona dan jas untuk Yesung. Yesung sudah memilihnya, jadi sekarang ia membantu Yoona untuk memilihkan gaunnya. “Hmmmm, aku ingin yg kanan. Motif nya bagus dan ada kristal safir biru-nya.” jawab Yoona tersenyum karena ia telah mendapatkan gaun untuk pernikahannya lusa nanti. “Kalau begitu aku akan membayarnya, lalu apakah kita akan keliling kota Seoul?” tanya Yesung. “Baiklah, aku sedang ingin ke lotte world.” jawab Yoona. Mereka pun akhirnya ke Lotte World.

“Ya! Donghae-ah, aku mempunyai sebuah gagasan.” ujar Eunhyuk. Sekarang mereka sedang di hotel untuk berkemas2 pulang ke Seoul. “Hmm, gagasan apa?” tanya Donghae acuh tak acuh, ia terus saja mengemasi barang2nya tanpa menoleh ke arah Eunhyuk. “Untuk merayakan kemenangan kita dan membuat kejutan di pernikahan Yesung dan Yoona nanti, aku ingin salah satu dari kita menjadi .. wanita.” kata Eunhyuk hati2. “Mwo? Wanita? Kau gila?” tanya Donghae tak percaya, ia segera menoleh ke arah Eunhyuk. “Er, maksudku kan kita juga masih single, sementara biasanya di pesta pernikahan itu kan sebaiknya membawa pasangan.” jelas Eunhyuk. “Terserah mu saja lah! Lalu yg jadi wanitanya siapa?” tanya Donghae. “Kau.” jawab Eunhyuk seenaknya. “Mwo? Aku? Shireo!” tolak Donghae. “Ayolah, kau tahu mukaku ini tak bisa diapa2kan, sedangkan kau, mungkin kau cantik seperti waria2 Thainlad jika didandani.” jelas Eunhyuk. “Tapi..” protes Donghae yg tidak selesai karena melihat 2 kertas tiket yg dipertontonkan Eunhyuk di tangannya. “Mau protes? Kau tidak bisa pulang ke Korea. Tiketmu ada di aku.” ujar Eunhyuk sambil memeletkan lidahnya tanda mengejek. Donghae pun pasrah. “Ne, arraseo. Huft, memalukan.” jawab Donghae akhirnya.

“Aku ingin tidur di apartemenku yg dulu.” ujar Donghae kepada Eunhyuk. “Waeyo?” tanya Eunhyuk. “Aku merindukannya, paling tidak semalam, karena setelah pernikahan Yesung nati kita akan kembali ke Bangkok.” jelas Donghae. “Terserahmu saja.” jawab Eunhyuk acuh tak acuh.

Donghae berlari menuju sebuah lift yg akan menutup untuk menuju ke apartemennya. Untung saja ada seorang didalam yg membantu Donghae membukakan lift sehingga ia tidak jadi menunggu lama. “Gomawo.” jawab Donghae. “Cheonma.” jawab seorang itu. Suara itu, Donghae kenal. “Yoona?” tanya Donghae. “Donghae oppa?” tanya orang itu balik. Ya, ternyata mereka saling kenal. Kejadian ini seperti pernah dirasakan oleh mereka berdua, tapi kapan? “Kau mau kemana?” tanya Donghae memulai. “Apartemen, aku ingin menghabiskan malam bebasku yg tinggal beberapa jam ini untuk tidur di apartemen kita. Kau?” jawab Yoona lalu menanyai Donghae. “Nado. Kenapa kita sama?” tanya Donghae terkejut. “Jinja?” tanya Yoona balik.

“Huft, akhirnya kita sampai juga. Oh, ya aku lupa tombol kode kuncinya. Kau masih ingat?” tanya Yoona yg tak bisa membuka kunci pintu yg dikode. Donghae sedikit kecewa, karena kode itu adalah tanggal ketika mereka meresmikan hubungan. Setelah tahu kodenya dengan melihat tombol yg ditekan Donghae, ia jadi merasa bersalah. “Masuk.” ujar Donghae setelah pintunya dibuka. Yoona pun masuk. “Sekarang, apa yg akan kita lakukan?” tanya Yoona. “Seperti biasa, aku memasak dan kau membersihkan tempat ini.” jawab Donghae mendadak acuh tak acuh. Ia pun segera pergi ke dapur untuk memasak sedangkan Yoona mengambil alat2 bersih2. Setelah Yoona selesai membereskan tempat itu, ia pun menuju ke ruang makan. “Sudah selesai?” tanya Donghae. Yoona hanya mengangguk. Suasana pun canggung, namu Donghae segera menepisnya. “Apakah kau tidak ingin belajar memasak?” tanya Donghae memulai. “Hmm?” tanya Yoona balik tak mengerti. “Maksudku, kau kan akan menjadi seorang istri. Jadi, apakah kau tak berpikiran untuk belajar memasak?” tanya Donghae lagi. “Entahlah.” jawab Yoona singkat. “Apa kau mau aku ajari?” tawar Donghae. “Baiklah, sekarang?” tanya Yoona lagi. “Tentu.” jawab Donghae. Mereka pergi ke dapur untuk belajar memasak. Yah, di dapur hanya di penuhi gelap tawa karena mereka tidak terlalu fokus. Setelah selesai mereka memutuskan untuk pergi ke balkon apartemen mereka untuk melihat kota Seoul dari atas. “Indah.” ujar Yoona singkat. “Oppa?” tanya Yoona. “Hmm?” tanya Donghae balik. “Apakah kau masih mencintaiku?” tanya Yoona. Donghae yg ketika mendengar pertanyaan itu hanya bisa tersenyum lemah. “Mencintaimu atau tidak, tidak akan merubah keadaan.” jawab Donghae. “Kita memang tidak jodoh.” balas Yoona. “Kalau kita tidak berjodoh sebagai kekasih, bagaimana kalau kita menjadi sahabat.” tawar Donghae sambil mengancungkan jari kelingkingnya. “Baik sahabat.” jawab Yoona setuju. Ia juga mengancungkan jari kelingkingnya untuk dirangaki dengan jari kelingking Donghae sebagai tanda janji persahabatan. “Ada suara bel, siapa?” tanya Donghae dan segera membukakan pintu tanpa menoleh ke cctv. “Yesung?” gumam Donghae dalam hati.

Categories: By: Evil | Tinggalkan komentar

Blog di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.364 pengikut lainnya.